Menyorot Debut Jubir Baru Trump Katie Zacharia, Disebut bak Robot AI

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Pers Gedung Putih nan baru, Katie Zacharia, mencatatkan debut nan sangat canggung dan asing di mimbar ruang pengarahan pada Selasa dengan style penyampaian kaku bak sebuah avatar kepintaran buatan (AI).

Mengutip The Guardian, Rabu (14/10/2026), Zacharia tampil dengan penuh gestur gugup, minim kontak mata, dan tanpa emosi saat membacakan poin-poin pembicaraan pro-Trump. Ia hanya menerima tiga pertanyaan dari media dan langsung menghilang turun dari mimbar setelah 14 menit berbicara.

Masa lampau wanita berumur 41 tahun ini terbilang cukup misterius. Ia mengeklaim dirinya sebagai seorang pengacara, namun ketika seorang reporter bertanya kapan dia lulus ujian pengacara, dia memberikan jawaban nan meragukan dengan menyebut bahwa itu terjadi saat dia pindah ke China. Sebelum mendadak ditarik untuk menempati posisi mentereng di Gedung Putih, dia hanya mempunyai rekam jejak singkat di Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan Trump Media and Technology Group.

Tampil dengan jaket gelap berkancing emas besar, rambut pirang, dan riasan tebal ala estetika Fox News nan mengingatkan pada pendahulunya Kayleigh McEnany serta Karoline Leavitt, jubir keenam Trump ini justru secara tidak sengaja mengulangi kesalahan jubir pertama Trump, Sean Spicer. Ia membacakan klaim tiruan mengenai rekor jumlah penonton di aktivitas kampanye Trump, padahal realita di lapangan menunjukkan banyak bangku kosong dan tingginya gangguan dari pengunjuk rasa.

"Kehadiran mencapai rekor tertinggi saat penduduk Amerika nan antusias dan pekerja keras mengantre serta memadati arena untuk mendukung Presiden Trump dan Partai Republik," katanya.

Sepanjang pengarahan, Zacharia terus membaca catatan nan telah disiapkan secara kaku, jarang menatap audiens, tersenyum di momen nan tidak tepat, dan memberikan penekanan nada nan salah pada kalimatnya, termasuk saat membahas hubungan dengan Venezuela.

Keanehan memuncak pada sesi tanya jawab. Ketika koresponden Fox News Peter Doocy bertanya apakah AS telah berakhir berbagi intelijen dengan Ukraina, Zacharia tampak membeku selama sepersekian detik layaknya mesin nan mengalami kerusakan sistem (glitch).

"Saya kudu menghubungi Anda kembali mengenai perihal itu," ucapnya.

Pertanyaan selanjutnya datang dari Daily Mail mengenai dugaan skandal suap nan melibatkan Duta Besar AS untuk Yunani, Kimberly Guilfoyle, nan juga merupakan mantan tunangan Donald Trump Jr. Dengan nada dingin, Zacharia langsung menjatuhkan pengumuman besar.

"Kami telah meminta Duta Besar Guilfoyle untuk mengundurkan diri. Dia telah menjadi aset nan luar biasa bagi tim dan kami mendoakan nan terbaik untuknya," tegasnya.

Daily Mail kemudian mengusulkan pertanyaan pribadi mengenai gimana dia mengelola pekerjaannya di saat sang suami dan keempat anaknya berada di California. Saat menjawab, Zacharia justru salah ucap.

"Ide untuk tidak menghabiskan malam berbareng anak-anak saya sama sekali tidak dapat diterima. Jadi presiden saya, permisi, suami saya, itu perihal nan bagus," ungkapnya.

"Presiden Trump adalah presiden paling ramah family nan pernah kita miliki," tutur Zacharia.

Ia kemudian mengejutkan seluruh wartawan dengan menyudahi pengarahan secara mendadak dan berjanji bahwa Trump bakal segera menjawab pertanyaan di South Lawn. Ironisnya, meskipun Zacharia menerima jauh lebih sedikit pertanyaan dibandingkan para jubir sebelumnya pada debut mereka, dia sukses membikin buletin besar melalui pengumuman pengunduran diri Guilfoyle.

Usai pengarahan tersebut, Trump secara terbuka memberikan pujian atas keahlian jubir barunya itu.

"Saya pikir dia sangat bagus," papar Trump.

Di sisi lain, golongan anti-Trump Lincoln Project langsung mengejek Zacharia dengan mencuitkan gambarnya di samping sebuah selada, mengingatkan pada kejadian mantan Perdana Menteri Inggris Liz Truss nan hanya memperkuat selama 49 hari. Mantan Direktur Komunikasi Trump nan hanya menjabat selama 11 hari, Anthony Scaramucci, turut memberikan komentar sinis.

"Jam terus berjalan. Sejauh ini baru 1/11 dari satu Scaramucci," ucap Scaramucci.

(tps/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑