Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pemerintahan Gubernur Pramono Anung dan dirinya saat ini lebih konsentrasi melanjutkan program pembangunan nan telah dirintis para gubernur sebelumnya dibanding menghadirkan terobosan nan sepenuhnya baru.
Menurut Rano, masa kepemimpinan Pramono-Rano nan belum genap satu separuh tahun membikin beragam program pembangunan tetap berada dalam tahap penyelenggaraan dan penyempurnaan.
“Kalau dikatakan terobosan, kami ini baru satu tahun, mungkin belum satu tahun separuh ya. Barangkali memang belum banyak terobosan nan besar,” kata Rano usai menghadiri Jakarta Twilight Soireè dalam rangka HUT ke-499 Jakarta di Jakarta Pusat, Senin (22/6).
Rano menegaskan pembangunan Jakarta saat ini merupakan kelanjutan dari beragam program nan telah dirancang dan disiapkan oleh pemerintahan sebelumnya.
“Karena memang pada dasarnya kami ini kan melanjutkan pembangunan para gubernur. Tidak ada nan sesuatu nan baru,” ujarnya.
Meski demikian, dia menyebut sejumlah proyek mulai menunjukkan hasil di lapangan. Salah satunya adalah penataan area Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, nan sekarang telah bebas dari tiang-tiang monorel mangkrak.
“Tapi artinya hasilnya alhamdulillah seperti Rasuna Said sudah bebas dari tiang monorel, sudah menjadi wilayah bagus,” tuturnya.
Singgung Proyek "Jembatan Donat" dan Giant Sea Wall
Selain penataan Rasuna Said, Rano menyinggung proyek pembangunan jembatan penyeberangan ikonik berbentuk melingkar nan bakal menghubungkan area Sudirman. Proyek tersebut sempat dikenal publik dengan julukan "jembatan donat".
“Kemudian kemarin juga kita groundbreaking tentang sampai hari ini Pak Gub bilang belum ada namanya. Tapi kita tahu namanya Cincin Donat. Nah kelak istilahnya namanya seperti apa kelak kita cari,” kata Rano.
Ia juga menyebut proyek Giant Sea Wall alias tanggul laut raksasa sebagai salah satu agenda besar nan tengah dipersiapkan pemerintah.
Meski begitu, Rano mengakui proyek tersebut tetap memerlukan waktu panjang sebelum dapat terealisasi sepenuhnya dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kalaupun baru itu nan dibilang Giant Sea Wall. Tapi itu memang proyeknya tetap lama. Tapi sekarang kita sudah preparation,” ujarnya.
Tak Hanya Bangun Infrastruktur
Rano menegaskan pembangunan Jakarta tidak hanya berfokus pada pembangunan bentuk dan infrastruktur, tetapi juga pengembangan kualitas sumber daya manusia.
“Cuma memang dikatakan kita ini tidak membangun bentuk ya, tapi juga manusianya kita bangun. Intinya sebetulnya itu,” tutupnya.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·