Menu MPASI usia 6-24 bulan yang nutrisinya lengkap cegah stunting dan rasanya disukai si kecil

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Menu MPASI usia 6-24 bulan nan nutrisinya komplit cegah stunting dan rasanya disukai si kecil

Foto: Shutterstock.com

- Momen pemberian makanan pendamping ASI alias MPASI memegang peranan nan sangat vital bagi tumbuh kembang si kecil. Pasalnya, saat menginjak usia 6 bulan, kebutuhan energi, protein, serta unsur gizi mikro seperti unsur besi dan seng sudah tidak bisa lagi dipenuhi hanya dengan mengandalkan ASI. Pemberian MPASI nan tepat sangat efektif untuk mendukung perkembangan otak, mencegah stunting, sekaligus menjaga kurva pertumbuhan tetap optimal.

Akan tetapi, perjalanan ini sering kali menghadapi kendala. Proses MPASI nan kurang lancar, terutama akibat keterlambatan mengenalkan ragam bahan dan tekstur makanan pada rentang usia 6 hingga 9 bulan, menjadi pemicu utama anak berkembang menjadi picky eater. Anak nan tidak terbiasa mengeksplorasi jenis rasa dan tekstur sejak awal condong menunjukkan penolakan terhadap jenis makanan baru saat usianya bertambah.

Kunci utama untuk menghindari masalah tersebut adalah dengan menyusun MPASI nan bernutrisi seimbang. Tubuh bayi memerlukan kombinasi karbohidrat sebagai pemasok daya utama dan protein hewani sebagai komponen krusial pembentuk sel serta pencegah stunting. Hal ini jadi kunci makanan untuk asi agar bayi gemuk. Selain itu, asupan lemak tambahan dibutuhkan guna menyokong kebutuhan kalori dan perkembangan saraf otak, diselingi sedikit serat dari sayur alias buah untuk pengenalan cita rasa.

Makanan Terbaik untuk MPASI

Pemilihan bahan makanan untuk menu harian memegang peranan penting. Sumber karbohidrat nan bagus digunakan antara lain beras putih, beras merah, kentang, ubi, alias jagung. Protein hewani merupakan komponen utama nan wajib datang di setiap porsi makan, seperti daging ayam, daging sapi, hati ayam, telur, dan ikan. Agar kepadatan kalori makin maksimal, lemak tambahan seperti minyak kelapa, minyak zaitun, santan, alias mentega dapat ditambahkan ke dalam olahan.

Menu MPASI usia 6-24 bulan nan nutrisinya komplit cegah stunting dan rasanya disukai si kecil

Foto: Shutterstock.com

Mengenai seafood, ada beberapa pilihan ikan nan bagus untuk MPASI. Ikan kembung kaya bakal kandungan masam lemak omega-3 dan DHA tinggi untuk perkembangan otak. Ikan salmon juga sangat kaya DHA dan protein tinggi. Pilihan lain nan terjangkau dan mudah dicerna adalah ikan lele dan gurame. Sementara itu, ikan gabus mempunyai kandungan albumin tinggi nan efektif mempercepat pertumbuhan jaringan tubuh.

Porsi sayuran pun perlu diperhatikan dengan cermat. Wortel dan labu siam sangat cocok lantaran bertekstur lembut saat dimasak serta menyajikan rasa manis alami. Pilihan lain seperti brokoli dan bayam menawarkan kekayaan unsur besi, masam folat, serta serat. Sayur daun katuk juga direkomendasikan sebagai bagian dari MPASI

Racikan MPASI Untuk Usia 6 Bulan

Tahap awal merupakan fase penyesuaian pencernaan bagi bayi usia 6 bulan. Tekstur nan disiapkan kudu berupa puree lembut alias bubur saring kental nan tidak mudah menetes dari sendok. Aturan porsinya cukup 2 sampai 3 sendok makan dewasa per porsi, dengan gelombang pemberian 2 hingga 3 kali sehari.

Racikan menu Bubur Ayam Hati Saring bisa menjadi pilihan tepat. Bahan nan dibutuhkan meliputi 30 gram beras putih, 30 gram daging ayam giling, 15 gram hati ayam, 10 gram wortel parut, serta 1 sendok teh minyak kelapa alias mentega. Proses pembuatannya dimulai dengan merebus beras, ayam, hati ayam, dan wortel hingga menjadi bubur matang. Olahan tersebut kemudian ditumis sejenak memakai lemak tambahan, lampau disaring menggunakan saringan kawat sampai menghasilkan tekstur lembut kental.

Racikan MPASI Untuk Usia 12 Bulan

Saat menginjak usia 12 bulan, si mini mulai dilatih mengunyah tekstur nan lebih padat menuju makanan keluarga. Teksturnya bisa berupa makanan cincang halus, cincang kasar, nasi tim, alias potongan makanan nan mudah dipegang. Porsi makan ditingkatkan menjadi sekitar separuh mangkuk ukuran 250 ml, diberikan 3 sampai 4 kali makan utama ditambah 1 hingga 2 kali makanan selingan.

Sajian Nasi Tim Ikan Kembung dan Telur sangat cocok untuk rentang usia ini. Siapkan 50 gram nasi alias kentang pangkas dadu, 40 gram fillet ikan kembung cincang, 1 butir telur ayam, 20 gram brokoli pangkas kecil, dan 1 sendok makan santan kental alias minyak kelapa. Pengolahannya diawali dengan menumis ramuan lembut menggunakan minyak, lampau memasukkan ikan kembung, kocokan telur, brokoli, dan nasi. Tambahkan air alias kaldu secukupnya, lampau kukus seluruh bahan hingga matang sempurna menjadi nasi tim nan lembut.

Racikan MPASI Untuk Usia 24 bulan

Memasuki usia 24 bulan, kesiapan mengonsumsi makanan family utuh sudah terbentuk sepenuhnya. Tekstur makanan disajikan dalam corak nasi biasa, lauk pauk pangkas sedang, dan sayuran. Takaran porsi idealnya berkisar antara tiga perempat hingga satu mangkuk ukuran 250 ml per porsi, diberikan 3 sampai 4 kali makan utama plus 2 kali makanan selingan.

Menu Nasi Daging Sapi Tumis dan Sup Sayur merupakan perpaduan nan sangat pas. Siapkan 1 mangkuk mini nasi putih hangat, 50 hingga 60 gram daging sapi pangkas kecil, 1 pangkas tahu, minyak goreng secukupnya, serta sup berisi wortel, buncis, dan kentang. Masak daging sapi sampai lembek menggunakan ramuan family tanpa sensasi pedas berlebihan. Hidangkan sajian tumisan ini berdampingan dengan nasi putih dan sup sayuran nan hangat.

MSG Untuk MPASI nan Lebih Lezat

Banyak pertimbangan muncul mengenai pemakaian Monosodium Glutamat alias MSG pada masakan si kecil. Perlu diketahui, kandungan utama MSG adalah masam glutamat, jenis masam amino penentu rasa gurih alami. Menariknya, komponen masam glutamat bebas dalam jumlah tinggi sebenarnya sudah terdapat secara alami di dalam ASI. Artinya, bayi sudah berkawan dengan cita rasa gurih sejak pertama kali menyusu. Metabolismenya pun sama efisiennya dengan orang dewasa dalam memproses senyawa ini.

Menu MPASI usia 6-24 bulan nan nutrisinya komplit cegah stunting dan rasanya disukai si kecil

Foto: Shutterstock.com

Mencari MSG terbaik? Sasa MSG terbuat dari bahan tetes tebu alami, melalui proses fermentasi nan menghasilkan protein glutamat secara alami dan diproses secara higenis untuk menghasilkan produk MSG berkualitas. Lembaga pengawas seperti FDA di Amerika Serikat dan BPOM di Indonesia telah mengklasifikasikan MSG sebagai bahan tambahan pangan nan kondusif dikonsumsi.

Penambahan sedikit MSG bisa menjadi penambah selera makan nan efektif, merangsang nafsu makan anak nan mengalami penolakan makanan tanpa membahayakan kesehatan. Di samping itu, kandungan natrium dalam MSG hanya sekitar sepertiga dari garam dapur biasa, sehingga sangat mendukung strategi diet rendah garam.

Kendati demikian, penggunaan MSG tetap kudu disikapi secara bijak. Mengingat organ ginjal bayi berumur di bawah satu tahun tetap dalam tahap perkembangan, penambahan unsur aditif sebaiknya ditunda hingga usia di atas 12 bulan alias diberikan dalam porsi nan sangat mini jika sangat dibutuhkan. Rasa alami dari kaldu dan rempah tetap wajib diprioritaskan. Penggunaan MSG diperbolehkan sebagai perangkat bantu dalam pemisah wajar, tanpa perlu cemas berlebihan.

(brl/lak)

Selengkapnya
Sumber Briliofood.net
Briliofood.net
↑