China -
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara melanjutkan lawatannya ke China dengan mengunjungi Desa Zhenwugong, Chongqing. Zhenwugong merupakan salah satu desa nan sukses memanfaatkan potensinya untuk menciptakan area ekonomi baru.
Desa Zhenwugong berada di Kota Xipeng, Distrik Jiulongpo, Chongqing. Berdasarkan situs pemerintah Chongqing, Desa Zhenwugong dinobatkan sebagai desa percontohan untuk area pedesaan nan sejahtera. Desa ini mengintegrasikan sektor pertanian, pariwisata, dan penataan lingkungan.
Mentrans Iftitah melakukan peninjauan ke letak pada Rabu (14/10/2026) sore. Setibanya di lokasi, Iftitah disambut oleh pengurus Desa Zhenwugong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iftitah diajak memandang balai pertemuan desa. Gedung ini dapat digunakan untuk beragam kegiatan, salah satunya pesta pernikahan. Gedung ini juga dilengkapi dengan penataan pencahayaan (lighting) nan megah. Iftitah apalagi sempat disuguhkan pagelaran pertunjukan lampu (light show).
Di desa ini terdapat beragam aktivitas perekonomian warga, mulai dari perkebunan hingga kesenian tradisional. Para musikus wanita sempat memainkan perangkat musik tradisional di sebuah gedung mini di pinggir jalan.
Iftitah kemudian diajak berjamu ke kebun jeruk di desa tersebut. Salah satu komoditas nan dikembangkan adalah jeruk bali. Menteri Iftitah sempat memetik jeruk dan menyantapnya berbareng para delegasi Kementerian Transmigrasi.
Menteri Iftitah mengatakan bahwa apa nan diterapkan di Desa Zhenwugong dapat diimplementasikan di area transmigrasi Indonesia.
"Jadi, sebetulnya kehadiran kita ke sini adalah untuk mempelajari apa nan kita rencanakan di Kementerian Transmigrasi, apa nan kita cita-citakan bahwa di dalam satu area transmigrasi, utamanya pemanfaatan lahan, rupanya di sini ada teorinya dan ada praktiknya," kata Iftitah usai memetik jeruk bali.
Iftitah menyebut masyarakat di area desa transmigrasi tidak boleh dibiarkan begitu saja. Ia mau area transmigrasi dikelola sesuai dengan potensi lokalnya.
"Jadi masyarakat itu tidak dibiarkan sendirian, lantaran rupanya dengan maraknya industrialisasi, banyak juga anak-anak mudanya nan pergi ke kota. Tetapi justru ketika industri itu dibawa ke desa, anak-anak muda ini kembali lagi ke desa, lampau difasilitasi. Bahkan kita juga belajar pemanfaatan lahannya," jelasnya.
Iftitah menambahkan, pengelolaan area transmigrasi perlu menggandeng sejumlah pihak seperti akademisi, kementerian terkait, hingga bumi usaha. Ia menekankan pentingnya kolaborasi.
"Jadi kerjasama dan sinergi itu nyata adanya. Nah, inilah kemudian tiap-tiap lahan itu pun rupanya sudah ada peruntukannya. Didesain sedemikian rupa tata ruangnya," tutur Iftitah.
Iftitah menjelaskan bahwa Desa Zhenwugong adalah salah satu desa nan bisa dijadikan rujukan. Desa ini mengelola pertanian masyarakat secara terpadu hingga menghasilkan panen nan berkualitas.
"Desa ini adalah salah satu contoh corak revitalisasi desa. Tadinya masyarakat bercocok tanam sembarangan, kemudian ditata peruntukannya untuk apa, tanah ini cocoknya untuk apa, tanah nan itu cocoknya untuk apa. Kemudian ada juga lahan nan dimanfaatkan untuk kegunaan perhelatan aktivitas (function)," ujarnya.
Selain pertanian, desa ini juga mengembangkan sektor pariwisata. Iftitah berambisi ekosistem nan ada di desa ini nantinya dapat diterapkan di area transmigrasi di Indonesia.
"Seperti tadi untuk wisata, kemudian bikin gedung balai pertemuan untuk pernikahan, terus ada juga untuk resort-nya. Jadi membentuk satu ekosistem nyata nan membuka lebih banyak lapangan kerja," kata Iftitah.
"Masyarakat nan punya lahan pun tanahnya disewakan sehingga mendapatkan income. Ketika membuka lebih banyak lapangan kerja, masyarakat lokal bukan hanya dapat penghasilan dari sewa, tetapi mereka juga ikut bekerja. Ikut dilatih dan diberi keahlian untuk bekerja di sini. Ekosistem seperti inilah nan sebetulnya mau kita bangun di Indonesia," pungkasnya.
Tonton juga video "Mentrans Kirim 2.000 Peneliti Kembangkan Kawasan Transmigrasi"
(lir/ygs)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·