Menteri PU Minta Tambahan Anggaran Rp 34,33 T untuk Sekolah Rakyat-Irigasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Rapat kerja Komisi V dengan Kementerian PU di Gedung DPR, Jakarta pada Selasa (2/6/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meminta tambahan anggaran sebesar Rp 34,33 triliun untuk tahun anggaran 2026. Hal ini dilakukan untuk mendukung penyelenggaraan beragam program prioritas presiden seperti sekolah rakyat, jalan daerah, sampai irigasi.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menuturkan permintaan tambahan anggaran tersebut sudah disampaikan kepada Menteri Keuangan melalui surat Menteri PU Nomor PR0201/B/Mn/2026/90 tanggal 22 Mei 2026.

“Kami minta support Komisi V agar pekerjaan prioritas presiden memperoleh support anggaran nan cukup,” kata Dody dalam rapat kerja Komisi V dengan Kementerian PU di Gedung DPR, Jakarta pada Selasa (2/6)

Tambahan anggaran tersebut terdiri atas dua golongan utama. Pertama, kebutuhan anggaran lanjutan alias Multi Years Contract (MYC) sebesar Rp 3,35 triliun nan mencakup pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II senilai Rp 1,33 triliun, pembangunan jalan wilayah sebesar Rp 1,40 triliun, serta pembangunan jaringan irigasi dan prasarana pengendali banjir sebesar Rp 0,62 triliun.

“Jadi, insyaallah tahun 2026 anggaran untuk inpres jalan wilayah maupun inpres irigasi wilayah insyaallah sudah bakal dianggarkan. Jadi pengarahan dari Ketua (Komisi V DPR RI) sudah kami diskusikan dengan pak presiden dan langsung dianggarkan,” ujar Dody.

Kedua, terdapat kebutuhan anggaran untuk aktivitas baru dengan total nilai Rp 30,98 triliun. Anggaran ini dialokasikan untuk pembangunan irigasi wilayah sebesar Rp 14,65 triliun, rehabilitasi sekolah keagamaan/madrasah sebesar Rp 0,38 triliun, pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III Tahun 2026/2027 sebesar Rp 3,95 triliun, serta pembangunan jalan wilayah Tahun 2026/2027 sebesar Rp 12 triliun.

Adapun pagu anggaran Kementerian PU Tahun Anggaran 2026 saat ini mencapai Rp 106,71 triliun. Angka tersebut merupakan hasil penyesuaian setelah pemerintah melakukan penajaman shopping kementerian/lembaga dan memberikan tambahan pendanaan melalui SBSN serta PHLN.

Guru menjelaskan kepada siswa saat proses belajar mengajar di SRMP 25 Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/5/2026). Foto: Andry Denisah/ANTARA FOTO

Progres Berbagai Program Inpres

Selain itu, Dody juga memaparkan progres dari program-program Instruksi Presiden (Inpres) nan digarap Kementerian PU sampai dengan 31 Mei 2026. Program-program tersebut mencakup pembangunan irigasi daerah, jalan daerah, revitalisasi madrasah, pembangunan Sekolah Rakyat, hingga pengembangan area strategis Papua Selatan.

Pada program Penanganan Irigasi Daerah melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025, pemerintah mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp 0,35 triliun untuk membangun jaringan irigasi seluas 19.760 hektare pada 2026. Hingga akhir Mei, progres bentuk telah mencapai 82,73 persen sementara realisasi finansial tercatat 38,36 persen.

Untuk program Penanganan Jalan Daerah melalui Inpres Nomor 11 Tahun 2025, pagu anggaran nan disediakan mencapai Rp 2,90 triliun. Program ini menargetkan pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 408,57 kilometer serta pembangunan jembatan sepanjang 375,88 meter. Pada program tersebut, realisasi bentuk telah mencapai 75,10 persen dengan serapan anggaran sebesar 59,49 persen

Selain itu, terdapat program Revitalisasi Madrasah nan dijalankan berasas Inpres Nomor 7 Tahun 2025 nan memperoleh alokasi anggaran Rp 2,48 triliun. Target tahun 2026 mencakup revitalisasi 856 unit madrasah. Hingga saat ini, progres bentuk tercatat 41,88 persen sedangkan realisasi finansial mencapai 33,22 persen.

Pada sektor pendidikan, program Pembangunan Sekolah Rakyat melalui Inpres Nomor 8 Tahun 2025 mendapatkan pagu sebesar Rp 19,95 triliun. Program ini menargetkan pembangunan 100 unit Sekolah Rakyat nan terdiri dari 93 proyek nan sedang melangkah (on going) dan 7 proyek dalam proses tender. Progres bentuk telah mencapai 67,50 persen sementara realisasi finansial sebesar 44,33 persen

Di wilayah Papua Selatan, pemerintah juga melaksanakan program KSPEAN Wanam melalui Inpres Nomor 14 Tahun 2025 dengan pagu anggaran Rp 3,23 triliun. Program ini menargetkan pembukaan akses jalan sepanjang 138,5 kilometer, pengendalian banjir seluas 7.503 hektare, serta pembangunan jaringan irigasi seluas 4.870 hektare pada 2026. Untuk program ini capaian bentuk baru mencapai 12,67 persen dan realisasi finansial sekitar 2,63 persen.

“Progres-progres ini memang tetap perlu dipercepat ialah akses jalan, pengendalian banjir, sekolah rakyat dan jaringan irigasi di Wanam khususnya nan bakal kami kawal lebih ketat dari sisi kesiapan pelaksanaan, halangan lapangan dan kepadatan jadwal,” kata Dody.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan