Menteri PPPA Minta Pengasuh Pesantren yang Cabuli Puluhan Santriwati di Pati Segera Ditahan

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Warga Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati geram, lantaran kasus ini diduga belum tersentuh hukum. Mereka pun mendatangi pondok pesantren putri di sana, Sabtu (2/5/2026).

Massa mendesak AS agar segera di proses hukum. Selain itu, meminta penjelasan dari ketua yayasan Pondok Pesantren setempat.

Dalam aksinya, massa membawa perangkat pengeras bunyi dan membentangkan sejumlah spanduk berisi dorongan agar Polresta Pati menindak tegas pelaku pelecehan seksual.

Unjuk rasa tersebut dikawal ketat abdi negara Polsek Tlogowungu dan Polresta Pati. Mereka juga meminta agar perwakilan pondok pesantren untuk keluar menemui massa.

Kejadian ini sempat membikin unjuk rasa memanas, saat sejumlah perwakilan pondok pesantren ialah ketua yayasan menemui massa.

Di hadapan massa, ketua yayasan pondok pesantren berinisial S diminta berdiri di atas mobil pikup untuk memberikan pernyataan.

S menjelaskan bahwa AS saat ini sudah dinonaktifkan dari yayasan pondok pesantren setempat. Pihak yayasan juga beriktikad segera memulangkan santriwati ke rumahnya masing masing.

"Insya Allah untuk berkepentingan (terduga pelaku), secara pribadi sudah saya nonaktifkan dan untuk anak santri bakal saya pulangkan," ucap S di hadapan massa.

S membantah keterlibatannya dalam kasus ini. Dia menegaskan bukan pelaku pencabulan. "Saya ketua yayasan pondok pesantren dan bukan pelakunya. Saya ketua yayasan bukan pelaku, jadi pelaku sudah saya nonaktifkan terima kasih," ucapnya.

Namun penjelasan dari ketua yayasan belum melegakan massa. Bahkan saat melangkah di tengah kerumunan massa, ketua yayasan sempat dilempari botol minuman bungkusan dan barang lainnya.

Namun tindakan massa nan memanas, sukses dikendalikan oleh abdi negara keamanan nan berjaga di lokasi.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita