Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.(MI/Ardi)
MENTERI Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menghadiri aktivitas Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali nan digelar di Hotel Marriot, Sleman, DIY, Kamis (4/6). Dalam kesempatan tersebut, Maruarar memberikan apresiasi tinggi kepada para kepala wilayah nan terus konsisten melakukan penemuan dalam pembangunan di wilayah masing-masing.
Maruarar menilai arena penghargaan ini mempunyai kredibilitas tinggi lantaran menggunakan parameter nan jelas. "Selamat atas aktivitas nan luar biasa lantaran basisnya data, basisnya terukur. Jadi, objektivitasnya sangat terjaga," ujar Maruarar.
Menurutnya, langkah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan rewards kepada pemerintah wilayah adalah preseden nan sangat baik. Penghargaan semacam ini diyakini bisa membangkitkan optimisme serta menciptakan suasana kejuaraan nan sehat dengan semangat meritokrasi di tingkat daerah.
"Semoga ini menjadi pemicu daerah-daerah nan belum sukses agar lebih semangat lagi dalam meningkatkan kinerjanya," tambahnya.
Kolaborasi Program Bedah Rumah
Selain menyoroti prestasi daerah, Maruarar menjelaskan bahwa Kementerian PKP terus memperkuat kerjasama dengan Kemendagri, khususnya dalam Program Bedah Rumah alias Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program ini menjadi instrumen strategis pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan di beragam wilayah.
Ia mengungkapkan telah meninjau langsung penerapan program tersebut di wilayah perbatasan hingga ke Kabupaten Bantul. Dalam skema ini, Kementerian PKP berkedudukan sebagai pelaksana teknis, sementara Kemendagri mendukung penuh dalam aspek pendataan dan pembinaan di tingkat daerah.
Tahun ini, pemerintah memberikan perhatian unik pada wilayah pinggiran. "Kami sudah mengalokasikan 15.000 rumah untuk wilayah perbatasan, mencakup lebih dari 40 kabupaten nan selama ini mungkin jarang tersentuh pembangunan," jelas Maruarar.
Target Pembangunan Rumah dan Dampak Ekonomi
Maruarar memaparkan lompatan signifikan dalam sasaran pembangunan hunian. Saat ini, pihaknya tengah memproses pembangunan sebanyak 400.000 unit rumah, meningkat tajam dibandingkan capaian tahun lampau nan berada di nomor 45.000 unit. Selain itu, kuota rumah subsidi tahun ini disiapkan sebanyak 350.000 unit.
Masifnya pembangunan perumahan ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah backlog hunian, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi nasional melalui penyerapan tenaga kerja nan besar.
"Program-program ini bakal menyerap tenaga kerja nan luar biasa. Terkait penilaian perincian mengenai serapan tenaga kerja dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi, Badan Pusat Statistik (BPS) nan mempunyai kewenangan lebih pas untuk melakukan penilaian tersebut," pungkasnya. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·