Menteri Israel Ngamuk AS-Iran Rujuk, Minta Netanyahu Serang Lebanon

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keamanan Nasional Israel nan berpatokan kanan ekstrem, Itamar Ben Gvir, secara tegas mengecam kesepakatan tenteram teranyar antara Amerika Serikat dan Iran pada Senin, (15/06/2026). Ben Gvir bersikeras menyatakan bahwa negaranya sama sekali tidak terikat oleh perjanjian tersebut lantaran tidak menjamin keselamatan penduduk Israel.

Melalui saluran Telegram pribadinya, Ben Gvir menegaskan bahwa Israel bukan merupakan bagian dari kesepakatan sepihak nan digagas oleh Gedung Putih. Respons keras ini menjadi reaksi resmi pertama nan keluar dari jejeran pejabat tinggi pemerintahan Tel Aviv pasca-pengumuman gencatan senjata berhistoris di Timur Tengah tersebut.

"Kesepakatan Trump tidak mengikat kami... kami bukan pihak dalam perjanjian ini. Perjanjian tersebut tidak melindungi keamanan kami," tegas Ben Gvir dalam pernyataan tertulisnya nan menolak melunak terhadap Teheran.

Ben Gvir juga mendesak agar militer Israel tidak menghentikan pertempuran sebelum golongan Hezbollah di Lebanon betul-betul dibongkar sepenuhnya. Dirinya menuntut agar pasukan Israel tidak mundur satu inci pun dari wilayah nan telah sukses direbut dan dibersihkan dari prasarana terorisme.

"Kita tidak boleh puas dengan apa pun selain pembubaran Hizbullah. Kita tidak boleh mundur dari sejengkal pun wilayah nan telah direbut dan dibersihkan dari prasarana teroris oleh tentara kita," katanya.

Kecaman keras dari internal Israel ini muncul tepat setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan pada Minggu malam bahwa kesepakatan tenteram antara AS dan Iran telah resmi tercapai. Sharif menjelaskan bahwa nota kesepahaman (MOU) tersebut mencakup penghentian segera operasi militer di semua lini pertempuran, termasuk wilayah Lebanon.

"Mengikuti pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Kesepakatan Damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah DICAPAI," tulis Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melalui akun media sosial miliknya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga telah mengonfirmasi tercapainya kesepakatan kompromi tersebut dan langsung memerintahkan penarikan blokade angkatan laut di perairan Teluk. Trump mengumumkan bahwa Selat Hormuz sekarang telah dibuka kembali tanpa pungutan biaya bagi seluruh lampau lintas kapal jual beli internasional demi memulihkan pasokan minyak bumi dunia.

Upacara seremonial penandatanganan arsip perdamaian resmi dijadwalkan bakal digelar di Swiss pada tanggal 19 Juni mendatang. Setelah penandatanganan tersebut, kedua belah pihak bakal langsung memulai jendela negosiasi teknis selama 60 hari nan berfokus pada pembatasan program nuklir Iran serta sistem pencairan miliaran dolar aset Teheran nan dibekukan.

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News