Ilustrasi(Dok Istimewa)
KEMENTERIAN Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen penuh untuk memangkas kesenjangan mutu pendidikan nan saat ini tetap terjadi antar-daerah serta antara sekolah negeri dan swasta. Langkah strategis tengah disiapkan, termasuk memberikan afirmasi unik bagi sekolah-sekolah nan fasilitasnya tetap jauh dari kata ideal.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa salah satu tantangan besar dalam bumi pendidikan nasional saat ini, termasuk nan dihadapi oleh jaringan kebaikan upaya seperti Muhammadiyah, adalah masalah ketimpangan kualitas.
"Di antara problem kami di tingkat nasional, setidaknya di Muhammadiyah, termasuk negeri juga, adalah kesenjangan mutu. Jadi tetap ada kesenjangan mutu antara satu wilayah dengan wilayah lain, serta kesenjangan mutu antara negeri dengan swasta," ujar ungkap dia usai datang dalam Sarasehan Pendidikan di.Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), Bantul, Minggu (5/7).
Merespons tantangan tersebut, Kementerian berkomitmen untuk menerapkan strategi ganda: menjaga standar sekolah nan sudah maju sembari mendongkrak sekolah-sekolah nan tetap tertinggal melalui kebijakan afirmasi.
"Karena itu kami berkomitmen, pendidikan untuk sekolah nan sudah berbobot bakal kita pertahankan mutunya, sedangkan nan di bawah (belum berkembang) kita berikan afirmasi agar bisa lebih maju lagi," tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Kementerian telah membentuk unit alias direktorat baru nan secara unik ditugaskan untuk mengawal peningkatan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan di daerah-daerah nan paling membutuhkan.
Fokus utama tahun ini, kata dia, adalah memberikan support prioritas bagi sekolah-sekolah dengan akomodasi minim, serta membatasi kebijakan negosiasi alias penundaan anggaran nan tidak mendesak.
"Kami memutuskan membentuk unit baru nan mempunyai tugas peningkatan kualitas pemerintah dan kesehatan khusus. Kami tugaskan untuk menangani jasa pendidikan, terutama di wilayah tingkat 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Banyak pekerja mini keluar, termasuk juga sekolah-sekolah nan memang secara akomodasi tetap jauh dari ideal. Kami tidak ada prioritas untuk renegosiasi tahun ini, kami batasi (dan fokuskan) untuk penguatan," pungkas dia.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·