Mentan Pastikan Semua Lahan Cetak Sawah Tetap Milik Petani

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mempercepat pengembangan Papua Selatan sebagai lumbung pangan nasional melalui pembangunan area pertanian modern berskala besar. Program ini mencakup cetak sawah, penyediaan perangkat dan mesin pertanian, hingga pembangunan prasarana pascapanen untuk meningkatkan produksi pangan.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan bahwa salah satu program, ialah cetak sawah dijalankan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat. Dia memastikan seluruh lahan tetap menjadi milik petani.

"Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat," kata Amran, dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Minggu (5/7/2026).

Saat ini, Papua Selatan menjadi episentrum pengembangan area pangan baru nasional. Pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare lahan cetak sawah dan 54.399 hektare optimasi lahan di seluruh Tanah Papua.

Dari total tersebut, Papua Selatan menjadi wilayah pengembangan terbesar dengan 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare optimasi lahan alias nyaris 100 ribu hektare area produksi pangan nan dipersiapkan sebagai lumbung pangan masa depan Indonesia.

Untuk mempercepat pengembangan area tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun pada 2026.

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun beragam sarana dan prasarana pertanian. Mulai dari penyediaan bibit unggul, perangkat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan Rice Milling Unit (RMU), dryer, penyimpanan penyimpanan, hingga prasarana pendukung lainnya.

"Pemerintah datang memberikan support melalui pembangunan infrastruktur, perangkat dan mesin pertanian, benih, pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan nilai nan menguntungkan sesuai pengarahan Presiden," jelas Amran.

Pengembangan area ini menjadi bagian dari transformasi menuju sistem pertanian modern nan bisa meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi upaya tani.

Di Merauke, penerapan teknologi pertanian seperti traktor, drone pertanian, rice transplanter, combine harvester, dan beragam peralatan modern lainnya mulai menunjukkan hasil nan positif.

Pemanfaatan teknologi tersebut sukses meningkatkan produktivitas gabah nan sebelumnya sekitar 3 ton per hektare menjadi 4 hingga 7 ton per hektare.

Selain itu, indeks pertanaman nan saat ini telah mencapai dua kali tanam per tahun ditargetkan meningkat menjadi tiga kali tanam agar produksi pangan nasional terus bertambah secara berkelanjutan.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita