Mentan Bangun Ekosistem Peternakan Nasional, 5 Kawasan Dikebut Rampung 2027

Sedang Trending 34 menit yang lalu

 Mentan Bangun Ekosistem Peternakan Nasional, 5 Kawasan Dikebut Rampung 2027

Mentan Bangun Ekosistem Peternakan Nasional, 5 Kawasan Dikebut Rampung 2027 (Foto: Kementan)

JAKARTA - Pemerintah mempercepat pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjamin kesiapan ayam, telur, dan susu bagi kebutuhan nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembangunan tersebut merupakan bagian dari pengarahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industri peternakan nasional. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp17 triliun untuk pengembangan ekosistem peternakan di sejumlah wilayah.

“Lima pabrik pakan, DOC dan seterusnya itu selesai tahun depan. Insyaallah lima ini diresmikan tahun depan,” ujar Mentan Amran saat kunjungan kerja di Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026).

Menurut Mentan Amran, tahap awal pembangunan mencakup lima area nan berada di Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo. Untuk pembangunan lima area tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2,2 triliun.

“Anggarannya sudah turun, beliau (Presiden) sudah tanda tangan Rp2,2 triliun untuk lima. Total anggaran nan dipersiapkan pemerintah sekitar Rp17 triliun, tetapi bukan di sini saja,” katanya.

Mentan Amran menegaskan pembangunan di lima wilayah tersebut terus dikebut dan ditargetkan rampung pada tahun depan. Menurutnya, support anggaran dan manajemen telah diselesaikan sehingga pekerjaan di lapangan dapat segera dipercepat.

“Sudah bor-bor. Targetnya tahun depan selesai. Administrasinya sudah selesai, anggarannya juga sudah selesai. nan krusial selesai dulu,” tegasnya.

Kawasan peternakan tersebut dirancang sebagai ekosistem terintegrasi, tidak hanya menghasilkan produk peternakan, tetapi juga membangun rantai pasok mulai dari pakan, pembibitan alias DOC, budidaya ayam, produksi telur, hingga pengembangan sapi perah dan susu.

Integrasi ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat pasokan pangan bergizi bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah mendorong agar kebutuhan ayam, telur, dan susu dapat dipenuhi melalui penguatan produksi dalam negeri.

“Dari hulu ke hilir ini holistik. Ada MBG menjadi off-taker ayam, telur, susu. Kemudian di sini produksi telur, ayam, susu,” jelas Mentan Amran.

Penguatan industri pakan menjadi salah satu bagian krusial dalam ekosistem tersebut. Jagung nan merupakan bahan baku utama pakan bakal didorong berasal dari sentra produksi di sekitar area peternakan.

“Ayam butuh pakan. Pakannya dari jagung. Jagung ini kelak dari Bone, Soppeng, kabupaten tetangga, dari mana saja. Karena ini nan menjadi pakan nanti,” kata Mentan Amran.

Menurutnya, pembangunan pabrik pakan di dekat sentra produksi jagung bakal membikin rantai pasok lebih efisien dan menekan biaya logistik. Jagung tidak perlu dikirim ke luar wilayah untuk diolah menjadi pakan, kemudian dikirim kembali ke sentra peternakan.

“Jadi dari hulu ke hilir ini holistik. Itu murah. Daripada jagung ini dikirim ke Surabaya, dikirim ke Jakarta, setelah jadi pakan dikembalikan,” ujarnya.

Selain pabrik pakan, pemerintah juga membangun akomodasi pembibitan alias DOC untuk memperkuat kesiapan bibit ayam di dalam negeri. Dengan adanya akomodasi tersebut, kebutuhan DOC dapat dipenuhi lebih dekat dengan sentra produksi.

“Pabrik pakan juga bakal dibangun komplit DOC-nya, anak ayam. Tidak perlu lagi mengambil ke mana-mana. Ambil dari sini. Lengkap,” kata Mentan Amran.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑