Prabowo Perkuat Industri Tekstil RI, Topang Ekspor hingga Lapangan Kerja

Sedang Trending 35 menit yang lalu

Prabowo Perkuat Industri Tekstil RI, Topang Ekspor hingga Lapangan Kerja

Prabowo Perkuat Industri Tekstil RI, Topang Ekspor hingga Lapangan Kerja (Foto: Setpres)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional sebagai salah satu sektor strategis nan berkedudukan krusial dalam pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan ekspor

Perhatian Prabowo terhadap revitalisasi industri tekstil nasional ini dinilai relevan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat sektor manufaktur, meningkatkan daya saing industri, memperluas kesempatan kerja, sekaligus memperkuat kapabilitas produksi nasional.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sarlina Sari mengatakan, perhatian pemerintah terhadap industri tekstil perlu ditempatkan dalam perspektif nan lebih luas, ialah sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi industri nasional.

"Industri tekstil mempunyai posisi krusial dalam perjalanan industrialisasi Indonesia. Selain berkontribusi terhadap aktivitas produksi dan ekspor, sektor ini mempunyai keterkaitan dengan penyerapan tenaga kerja, industri pendukung, serta aktivitas ekonomi di beragam daerah," ujar Sarlina dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Namun, dalam perkembangannya, industri tekstil nasional menghadapi beragam tantangan, mulai dari persaingan global, perubahan rantai pasok, tekanan biaya produksi, perubahan permintaan pasar, hingga kebutuhan modernisasi mesin dan teknologi.

Dalam situasi tersebut, perhatian Prabowo terhadap revitalisasi industri tekstil dinilai menjadi salah satu langkah nan dapat mendorong transformasi sektor manufaktur nasional.

Salah satu aspek nan mendapat perhatian adalah peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam mendukung investasi dan penguatan industri strategis nasional.

Dia menilai investasi terhadap industri tekstil tidak cukup hanya diarahkan untuk meningkatkan kapabilitas produksi. Menurutnya, investasi perlu menghasilkan peningkatan produktivitas, efisiensi, kualitas produk, penemuan teknologi, serta keahlian industri dalam menembus pasar global.

Dia mengapresiasi perhatian Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani terhadap agenda investasi dan penguatan sektor industri nasional.

"Danantara mempunyai posisi strategis dalam mendorong investasi jangka panjang nan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. Dukungan terhadap industri tekstil bakal semakin berfaedah andaikan diarahkan pada modernisasi teknologi, penguatan rantai pasok, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan pasar ekspor," katanya.

Sarlina menegaskan, investasi pada industri tekstil kudu menghasilkan nilai tambah nan nyata. Ukurannya, kata dia, bukan hanya besarnya biaya nan masuk, tetapi juga peningkatan produktivitas, efisiensi, kualitas, ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan keberlanjutan industri.

Secara historis, industri tekstil pernah menjadi salah satu sektor krusial dalam perkembangan manufaktur Indonesia. Karena itu, revitalisasi industri tekstil saat ini dapat menjadi momentum untuk membangun kembali kekuatan sektor tersebut dengan pendekatan nan lebih modern dan sesuai dengan perkembangan teknologi.

Ia juga mengungkapkan bahwa tantangan industri tekstil saat ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan jangka pendek. Diperlukan transformasi menyeluruh nan mencakup teknologi, sumber daya manusia, tata kelola, pembiayaan, rantai pasok, inovasi, serta akses pasar.

"Industri tekstil Indonesia perlu bergerak menuju industri nan lebih produktif, berbasis teknologi, inovatif, efisien, dan mempunyai daya saing global," jelasnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin finance lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑