Mentan Amran Ajak Pengusaha Garap Hilirisasi Kelapa, Sebut Nilai Tambah Berlipat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dan Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani berbincang dengan para pengamatan ekonomi, akademisi dan ketua media usai mengecek stok beras di Gudang Bulog, Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membujuk pengusaha, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran strategis dalam mengembangkan industri kelapa melalui penguatan hilirisasi. Ia menilai langkah itu bisa meningkatkan nilai tambah dan daya saing Indonesia di pasar global.

Amran menegaskan Indonesia mempunyai potensi kelapa nan sangat besar, namun belum dioptimalkan dari sisi pengolahan.

“Kelapa kita sangat melimpah dan nilainya bisa meningkat acapkali lipat jika diolah. Tapi industri pengolahannya tetap terbatas. Ini kesempatan besar nan kudu segera diambil,” ujar Amran melalui keterangan tertulis usai memberikan pengarahan kepada Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sulawesi Utara di Manado, dikutip pada Minggu (3/5).

Amran memastikan Kementerian Pertanian terus mempercepat pengembangan hilirisasi kelapa secara nasional. Pada 2026, pengembangan area hilirisasi ditargetkan mencapai 150.000 hingga 154.000 hektare, melonjak signifikan dari sekitar 11.515 hektare pada 2025.

Program ini menjadi bagian dari strategi besar hilirisasi perkebunan nasional nan ditargetkan bisa menyerap hingga 1,6 juta tenaga kerja sampai 2027.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai tambah komoditas kelapa nan selama ini tetap didominasi ekspor bahan mentah, sekaligus membuka kesempatan industri pengolahan di dalam negeri.

Ilustrasi kebun kelapa. Foto: Shutterstock

“Kalau jadi pengusaha, jangan terlalu banyak berpikir tanpa aksi. Harus berani. Mulai saja dulu, bangun pabrik, kembangkan usaha. Peluang itu tidak datang dua kali,” tegas Amran.

Amran menekankan jika karakter, integritas, dan konsistensi merupakan modal utama dalam membangun upaya nan berkelanjutan. “Pengusaha kudu punya mimpi besar, tidak sigap puas, dan tidak merasa paling hebat. Itu kunci agar tidak gagal,” kata Amran.

Di tengah meningkatnya permintaan dunia terhadap produk turunan kelapa, Amran membujuk pelaku upaya untuk memanfaatkan momentum tersebut. Ia menegaskan pengusaha kudu berkedudukan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kalau kita serius membangun dari hulu ke hilir, Indonesia bisa menjadi pemain utama dunia. Kita punya semua: lahan, iklim, dan sumber daya,” jelas Amran.

“Jangan hanya jadi penonton. Indonesia butuh pengusaha berani nan siap membangun industri dan membuka lapangan kerja. Kita bisa menjadi kekuatan ekonomi dunia,” tambahnya.

video story embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan