Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf namalain Gus Ipul mengatakan pembangunan gedung permanen untuk Sekolah Rakyat di Sumatera Utara (Sumut) ditargetkan berjumlah lima gedung. Gedung-gedung itu tersebar di sejumlah wilayah.
"Di Sumatera Utara ada lima (gedung permanen). Di Deli Serdang, Kota Medan, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan," kata Saifullah saat ditemui usai aktivitas open house Sekolah Rakyat di Medan, Senin (15/6).
Saifullah menuturkan gedung permanen tersebut tetap dalam proses pembangunan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Di Kota Medan, proses pembangunannya sudah rampung nyaris 90% dan bisa digunakan pada Juli 2026.
"Pembangunan melalui APBN atas pengarahan Presiden nan memberi mandat untuk membangun adalah Kementerian PU. Dan Alhamdulillah untuk Kota Medan, pembangunannya sudah nyaris 90%. Mudah-mudahan di bulan Juli kelak sudah bisa digunakan untuk proses pembelajaran tahun aliran 2026-2027," ujar Saifullah.
Saifullah menuturkan, gedung Sekolah Rakyat nan dibangun bakal menampung 270 siswa dari SD, SMP hingga SMA.
"Untuk tahun ini, alokasinya tadi sudah kita sebut 270 siswa SD, SMP, SMA. Tetap alokasi ruangan kelasnya nan kita lihat ya. Diharapkan ya ke depan bisa alokasinya lebih signifikan. Tapi untuk sementara memang rata-rata 270, menyesuaikan dengan sarana dan prasarana," ujar Saifullah.
Sekolah Rakyat tersebut bakal menyediakan akomodasi asrama, lapangan sepak bola, pembelajaran menggunakan smartboard dan akomodasi lainnya nan menunjang pembelajaran.
Saifullah menjelaskan bahwa perekrutan siswa di Sekolah Rakyat tidak menggunakan tes akademik ataupun membuka pendaftaran. Ia mengatakan, pihak Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mensurvei dan menjangkau family nan kurang mampu. Kemudian, info anak tersebut bakal diserahkan ke kepala wilayah setempat sampai ke Kementerian Sosial.
"Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran. Tapi nan dilakukan adalah penjangkauan. Siapa nan ada di info tunggal sosial ekonomi nasional di Desil 1. Desil 1 itu adalah 10% masyarakat paling bawah dari sisi sosial ekonomi, lampau didatangi oleh pendamping, Dinas Sosial setempat berbareng BPS. Kemudian dibuatkan perbincangan dengan orang tuanya. Kalau orang tuanya setuju, maka bakal ditindaklanjuti, bakal ditetapkan oleh Wali Kota alias Bupati alias Gubernur. Maka setelah itu diteruskan ke kami untuk kita tetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat. Jadi jangan ada nan buka pendaftaran, itu berfaedah melanggar ketentuan," jelas Saifullah.
Saifullah mengatakan, 63 gedung permanen Sekolah Rakyat bakal bisa digunakan pada Juli ini. Adapun pemerintah menargetkan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat bisa selesai dibangun tahun ini.
"Kita sedang membangun di 93 titik. 69 (gedung) jadi bulan Juli. nan 24 lagi mungkin bisa digunakan fungsional, tapi belum tuntas. Dan sekarang kita sudah membangun lagi 11, sehingga tahun ini bakal selesai 104 titik Sekolah Rakyat gedung permanen," pungkas Saifullah.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·