Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka bunyi soal rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nan terus melemah dalam beberapa waktu terakhir.
Nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (4/6). Berdasarkan info Bloomberg pukul 14.35 WIB, rupiah melemah 76,50 poin alias 0,43 persen ke posisi Rp 18.048 per dolar AS.
Sementara itu, IHSG ditutup ambruk 101,280 poin alias 1,70 persen ke level 5.839,785 hari ini. Nilai transaksi mencapai Rp 25,33 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 39,31 miliar lembar saham dan gelombang perdagangan nan tercatat sebanyak 2,29 juta kali.
Prasetyo mengatakan pemerintah terus berkoordinasi secara intens dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan pasar serta mengambil langkah-langkah nan diperlukan.
“Berkenaan dengan masalah rupiah (dan IHSG), kami pemerintah dalam perihal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,” kata Prasetyo kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (4/6).
Prasetyo menegaskan esensial ekonomi Indonesia tetap kuat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi nan tetap terjaga.
“Kemudian dari inflasi nan tetap terjaga, insyaallah sesungguhnya kita mempunyai esensial ekonomi nan cukup kuat gitu,” ucap Prasetyo.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·