Menlu Sugiono Bertemu Min Aung Hlaing, Tegaskan Konsensus Lima Poin ASEAN

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Menlu Sugiono Bertemu Min Aung Hlaing, Tegaskan Konsensus Lima Poin ASEAN Sugiono.(Antara)

MENTERI Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, melakukan kunjungan diplomatik ke Naypyidaw untuk berjumpa dengan Presiden Myanmar, Min Aung Hlaing, pada Senin (8/6). Pertemuan ini bermaksud menyampaikan komitmen teguh Indonesia dalam mendukung tercipta perdamaian nan inklusif dan berkepanjangan di Myanmar.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk merangkul seluruh pihak di Myanmar. Langkah ini diambil guna mendorong perbincangan nasional dan mencari solusi penyelesaian bentrok melalui jalur damai.

"Menlu menyampaikan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan di Myanmar guna mendorong perbincangan dan mendukung upaya penyelesaian bentrok secara damai," tulis rilis resmi Kemenlu nan diterbitkan pada Selasa (8/6).

Implementasi Five-Point Consensus ASEAN

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia kembali menegaskan posisi prinsipilnya bahwa proses perdamaian di Myanmar kudu berkarakter Myanmar-led dan Myanmar-owned, dipimpin dan dimiliki oleh rakyat Myanmar sendiri.

Pemerintah Indonesia menekankan bahwa penyelenggaraan Five-Point Consensus ASEAN (Konsensus Lima Poin ASEAN) tetap menjadi kerangka kerja utama dan berbareng dalam membantu penyelesaian krisis politik serta kemanusiaan di negara tersebut.

Selain aspek politik, kunjungan Sugiono juga membawa misi kemanusiaan. Hal ini mencerminkan solidaritas Indonesia nan selama ini diwujudkan melalui beragam program bantuan, mulai dari jasa kesehatan hingga penanggulangan bencana, termasuk support pascagempa bumi nan melanda Myanmar pada 2025.

"Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk membantu masyarakat Myanmar secara inklusif," tambah pihak Kemenlu.

Penguatan Hubungan Bilateral

Selain berjumpa dengan Presiden Min Aung Hlaing, Sugiono juga mengadakan pembicaraan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Myanmar, U Tin Maung Swe. Keduanya membahas beragam rumor strategis di tingkat regional maupun bilateral.

Beberapa poin krusial nan didiskusikan meliputi:

  • Peluang penguatan kerja sama di sektor ekonomi.
  • Kolaborasi di bagian pendidikan.
  • Peningkatan hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) kedua negara.

Indonesia menegaskan bahwa Myanmar adalah bagian tak terpisahkan dari family besar ASEAN. Oleh lantaran itu, Jakarta berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama konstruktif dengan Myanmar serta personil lain ASEAN demi mewujudkan area nan stabil dan sejahtera.

Jejak Historis sejak 1949

Kunjungan ini menambah panjang daftar keterlibatan aktif negara-negara ASEAN dalam menstabilkan situasi di Myanmar, menyusul langkah serupa nan sebelumnya dilakukan oleh menteri luar negeri dari Filipina, Thailand, dan Malaysia.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Myanmar sendiri mempunyai akar sejarah nan sangat kuat, nan telah terjalin sejak tahun 1949. Kedua negara juga tercatat sebagai pelopor Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung pada tahun 1955. Semangat solidaritas dan kemerdekaan dari KAA inilah nan hingga sekarang menjadi fondasi utama dalam memperkuat kemitraan kedua negara di masa depan. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia