Menlu Malaysia Menghadap Sugiono, Ada Apa?

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia Mohamad Hasan alias nan berkawan disapa Tok Mat melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu RI Sugiono di Jakarta. Pertemuan tersebut berjalan dalam rangka Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) ke-17 nan kembali digelar setelah terakhir kali diselenggarakan pada 2008.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas beragam rumor strategis mulai dari penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi, penyelesaian persoalan perbatasan, hingga perlindungan penduduk negara. Sugiono menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia mempunyai ikatan nan jauh melampaui hubungan diplomatik biasa.

"Hubungan antara Indonesia dan Malaysia merupakan sebuah hubungan nan lebih dalam daripada sekadar hubungan bilateral dua negara. Lebih dari itu Indonesia dan Malaysia berbagi DNA, berbagi budaya, berbagi bahasa, perbatasan dan banyak perihal nan sama," kata Sugiono usai pertemuan, Kamis (4/6/2026).

Menurut Sugiono, pertemuan tersebut menjadi momentum krusial untuk mengoptimalkan beragam potensi nan dimiliki kedua negara demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengatakan pembahasan mencakup peningkatan kerja sama ekonomi, stabilitas kawasan, perlindungan penduduk negara, serta penguatan posisi strategis Indonesia dan Malaysia dalam dinamika hubungan internasional nan lebih luas.

Kedua negara juga sepakat memperkuat koordinasi dan memperluas kerja sama di beragam sektor. Selain itu, Indonesia dan Malaysia mengapresiasi upaya tim teknis kedua negara nan terus bekerja menyelesaikan sejumlah rumor nan menjadi perhatian bersama.

Sementara itu, Mohamad Hasan menyebut JCBC ke-17 berjalan dalam suasana persahabatan untuk mencari solusi atas beragam persoalan nan tetap tersisa di antara kedua negara.

Ia apalagi menilai hubungan Malaysia dan Indonesia saat ini sudah sangat erat. "Hubungan berkawan dan baik antara Malaysia dan Republik Indonesia saya nilai sudah mencapai 98%. Sisanya, sekitar 2%, merupakan isu-isu nan tetap perlu kita selesaikan dengan langkah terbaik," ujarnya.

Salah satu konsentrasi utama pembahasan adalah peningkatan perdagangan dan investasi, baik antara Indonesia dan Malaysia maupun di tingkat ASEAN. Menurut Hasan, perdagangan intra-ASEAN saat ini baru mencapai sekitar 25% dari total perdagangan area sehingga tetap terdapat ruang besar untuk ditingkatkan.

Ia mengatakan pengalaman menghadapi beragam gejolak global, termasuk bentrok di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina, menjadi pelajaran krusial bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat kerja sama ekonomi regional.

Selain perdagangan, rumor konektivitas antarnegara juga menjadi perhatian. Kedua pihak membahas beragam upaya untuk mempermudah mobilitas masyarakat dan mempererat hubungan antarmasyarakat di kawasan.

Hasan juga mengungkapkan bahwa sejumlah pembahasan mengenai pemisah darat dan maritim antara Indonesia dan Malaysia telah memasuki tahap akhir menuju kesepakatan. Hasil perundingan tersebut nantinya bakal dibawa kepada para pemimpin kedua negara dalam agenda annual consultation nan direncanakan berjalan pada akhir tahun saat Malaysia menjadi tuan rumah.

Di bagian ketenagakerjaan, Indonesia mengusulkan ekspansi kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia ke sektor-sektor baru di Malaysia, termasuk sektor perawatan alias caregiving. Menurut Hasan, usulan tersebut bakal dibahas lebih lanjut oleh kementerian mengenai lantaran berada di luar kewenangan langsung Kementerian Luar Negeri.

Selain itu, kedua negara turut membahas akses pendidikan bagi anak-anak penduduk negara Indonesia nan bekerja dan berkontribusi terhadap perekonomian Malaysia. Hasan menegaskan bahwa kewenangan atas pendidikan merupakan kewenangan asasi manusia nan kudu dijamin sesuai beragam konvensi internasional.

Secara keseluruhan, JCBC ke-17 menghasilkan sejumlah kesepahaman nan diharapkan bisa membawa hubungan Indonesia-Malaysia ke level nan lebih tinggi. Kedua negara tetangga ini juga menantikan pertemuan tahunan antara Presiden RI dan Perdana Menteri Malaysia nan dijadwalkan berjalan pada paruh kedua tahun ini.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News