Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkap saat ini koperasi tak hanya bakal menjual produk. Ada beberapa lini upaya seperti pengelolaan sumur minyak rakyat, tambang, sampai pabrik kelapa sawit alias CPO.
Bahkan peresmian pabrik CPO berbasis koperasi tersebut menurut Ferry bakal dilakukan pada bulan depan.
“Koperasi sekarang sudah boleh mengelola tambang mineral kami juga sekarang sudah mengelola dan mendirikan pabrik CPO, bulan Agustus kami bakal resmikan pabrik CPO di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan,” kata Ferry dalam seremoni Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) di Indonesia Area, Jakarta pada Minggu (12/7).
Selain itu, Ferry juga menuturkan dia bakal meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbasis koperasi. Nantinya, PLTS koperasi itu bakal beraksi di Kepulauan Riau.
Undang-Undang Koperasi Baru
Di samping itu, Ferry menjelaskan dia bakal terus menguatkan izin mengenai koperasi, salah satunya dengan memperbarui Undang-Undang Koperasi. Ia menarget patokan itu rampung tahun ini.
“Karena Undang-Undang nan sekarang ini nan kami pergunakan adalah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 sehingga dengan Undang-Undang nan baru ini diharapkan menjadi payung norma bagi pergerakan koperasi di Indonesia,” ujarnya.
Terkait Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Ferry menjelaskan saat ini progresnya sudah ada 83.000 KDMP nan sudah berbadan hukum. Selain itu, terdapat 15.345 KDMP nan sudah rampung progres fisiknya. Di sisi lain, tetap ada 19.539 KDMP nan tetap dibangun.
Nantinya, KDMP nan sudah rampung mengenai progres bentuk juga bakal langsung diisi oleh manajer KDMP nan sudah menyelesaikan pelatihan.
“Total kurang lebih 35.000 Bapak Presiden. Insyaallah berbarengan dengan selesainya training dan pendidikan bagi manajer Koperasi Desa nan direncanakan awal di minggu pertama bulan Agustus. Mereka bakal kita tempatkan di seluruh Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih nan sudah selesai gedung fisik,” kata Ferry.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·