, JAKARTA, – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya pembangunan konektivitas di Indonesia untuk mendorong pertumbuhan sekaligus memastikan keamanan masyarakat. Hal ini disampaikan dalam aktivitas peresmian operasional Satelit Nusantara Lima di Jakarta Selatan, Senin.
Meutya menyatakan bahwa pemerintah tetap mempunyai pekerjaan rumah dalam memperluas konektivitas nasional. Saat ini, sekitar 80 persen populasi alias sekitar 230 juta masyarakat Indonesia sudah terhubung dengan jasa digital. Namun, targetnya adalah semua 280 juta warga, termasuk di daerah-daerah terpencil seperti Sabang, Merauke, Pulau Rote, dan Miangas, bisa terhubung.
Pemerintah mengusung konsep tiga pilar dalam arah pembangunan digital nasional, ialah terhubung, tumbuh, dan terjaga. Meutya menekankan bahwa pembangunan konektivitas tidak cukup hanya dengan menghadirkan akses internet, tetapi juga kudu bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. "Tidak ada pembangunan konektivitas nan perlu dilakukan jika dia tidak berujung kepada pertumbuhan," tegasnya.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada aspek keamanan dan perlindungan masyarakat di ruang digital. Meutya menyebut beragam ancaman digital, seperti pemanfaatan seksual terhadap anak dan radikalisasi melalui gim daring, perlu diantisipasi bersama. "Tidak ada konektivitas nan perlu diperjuangkan jika kita tidak bisa menjaga, lantaran konektivitas itu justru dapat berujung kepada kemudaratan jika tidak kita jaga," ujar Meutya.
Dalam kesempatan tersebut, Meutya mengapresiasi peresmian operasional Satelit Nusantara 5 nan merupakan salah satu satelit berkapasitas terbesar di Asia. Diharapkan, kehadiran satelit ini dapat mendukung keterhubungan, pertumbuhan ekonomi digital, serta menjaga kedaulatan digital Indonesia, terutama di wilayah terluar.
Menurut Meutya, pengembangan ekosistem digital dan antariksa nasional memerlukan keberanian, inovasi, serta kerjasama erat antara pemerintah dan industri. "Kalau kita mengikuti langkah-langkah Presiden Prabowo nan mau Indonesia datang dalam beragam konteks di kancah internasional, rupanya di antariksa kita juga hadir," ujarnya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·