Anggie Ariesta
, Jurnalis-Rabu, 14 Oktober 2026 |08:56 WIB

Menko Airlangga (Foto: Okezone)
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus mempercepat penerapan sejumlah perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) dan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Langkah ini ditempuh untuk membuka jalan bagi ekspansi akses pasar produk-produk unggulan Indonesia di kancah global.
Fokus utama pemerintah saat ini tertuju pada tiga perjanjian perdagangan internasional nan ditargetkan beraksi penuh dalam waktu dekat, ialah Indonesia-European Union CEPA (I-EU CEPA), Indonesia-Canada CEPA (I-CA CEPA), dan Indonesia-Eurasian Economic Union FTA (I-EAEU FTA).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa penerapan kesepakatan jual beli ini tidak boleh berakhir pada pemberian akses preferensial semata, melainkan kudu dioptimalkan oleh para eksportir nasional.
“Sejumlah perjanjian perdagangan memberikan kesempatan untuk memperluas pasar melalui penurunan alias penghapusan tarif, peningkatan kepastian akses pasar, serta pembukaan kesempatan perdagangan pada produk nan sebelumnya menghadapi tarif relatif tinggi,” ungkap Menko Airlangga dalam keterangan resminya, Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan kajian akibat ekonomi, penerapan I-EU CEPA berpotensi mendongkrak ekspor Indonesia hingga USD 10,9 miliar. Sementara itu, I-CA CEPA diproyeksikan memberi tambahan ekspor sebesar USD 1,6 miliar, dan I-EAEU FTA menyumbang potensi ekspor sekitar USD 2,2 miliar hingga USD 2,89 miliar.
Airlangga menjelaskan, studi Export Potential Analysis menunjukkan kesiapan selisih potensi (export gap) nan tetap cukup lebar pada beragam komoditas utama.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·