, JAKARTA, – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Daerah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan bahwa penyesuaian pemisah atas tarif pesawat bakal dilakukan secara hati-hati. Langkah ini mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat dan kenaikan nilai daya dunia akibat bentrok di Timur Tengah.
"Tidak selalu mudah untuk menghadapi dinamika dunia seperti ini. Meski demikian, kami berambisi situasi membaik dan tarif tidak membebani masyarakat terlalu banyak," ungkap AHY di Jakarta pada Minggu.
Menurut AHY, ketegangan geopolitik dunia tetap berakibat pada beragam sektor ekonomi, termasuk industri transportasi dan penerbangan Indonesia, dengan meningkatkan nilai daya dunia dan biaya operasional.
Pertimbangan Ekonomi dan Sosial
Pemerintah memahami kekhawatiran masyarakat mengenai potensi kenaikan tarif pesawat menjelang liburan sekolah dan seremoni Idul Adha, di mana biasanya terjadi lonjakan perjalanan domestik.
AHY menegaskan bahwa penyesuaian tarif pesawat merupakan tantangan lantaran pemerintah kudu menyeimbangkan keberlanjutan industri penerbangan dengan daya beli masyarakat nan lebih luas.
Diskusi terus dilakukan dengan Kementerian Perhubungan untuk mengevaluasi beragam opsi agar penyesuaian tarif tetap dalam pemisah nan wajar dan terukur.
Kebijakan Penyesuaian Biaya Bahan Bakar
Pemerintah, melalui Kementerian Perhubungan, telah menyesuaikan biaya tambahan bahan bakar penerbangan untuk merespons perubahan nilai bahan bakar dan menyeimbangkan biaya operasional maskapai dengan keterjangkauan tarif pesawat.
"Penyesuaian biaya tambahan bahan bakar ini didasarkan pada sistem dan formula nan ditetapkan oleh peraturan," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada Sabtu (16 Mei).
Menurut Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 1041 tahun 2026, jumlah biaya tambahan bahan bakar ditentukan berasas rata-rata nilai bahan bakar nan ditetapkan oleh penyedia bahan bakar penerbangan. "Biaya tambahan maksimum berkisar antara 10 persen hingga 100 persen dari tarif pemisah atas, tergantung pada perubahan nilai bahan bakar penerbangan saat ini," tambahnya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·