Menko AHY Dorong Penggunaan Material Ramah Lingkungan di Infrastruktur Nasional

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Lebih lanjut, AHY menyoroti, pemilihan material gedung nan ramah lingkungan merupakan bagian krusial dari strategi jangka panjang pembangunan nasional nan berkelanjutan.

"Hal ini mendorong para produsen untuk meninggalkan metode konvensional dan beranjak pada teknologi nan lebih kondusif bagi bumi. Salah satu langkah nyata nan terlihat di pameran ini adalah mengambil besar-besaran terhadap teknologi berbasis air alias water-based pada produk pelapis bangunan," ucap dia.

AHY mengatakan, langkah transisi ini diambil untuk menggantikan penggunaan bahan pelarut kimia nan selama ini menjadi sumber emisi senyawa organik berbahaya.

"Dengan mengusung visi pengamanan planet, industri material berupaya membuktikan bahwa produk nan lebih hijau tetap bisa memberikan performa perlindungan maksimal pada bangunan. Teknologi ini dirancang untuk menciptakan ruang hidup nan lebih sehat dengan meminimalisir polusi udara, baik di dalam maupun luar ruangan," jelas AHY.

Selain aspek rendah emisi, efisiensi daya juga menjadi bagian dari penemuan nan dipamerkan. Pengembangan material dengan daya tahan tinggi seperti sistem lantai unik dan pelapis perlindungan cuaca ekstrem bermaksud untuk memperpanjang usia pakai bangunan, nan merupakan prinsip utama dalam mengurangi limbah konstruksi. Bahkan, pemilihan warna gedung sekarang diperhitungkan untuk membantu efisiensi sinar alami.

Warna-warna dengan tingkat kecerahan tinggi dikembangkan agar dapat memaksimalkan pantulan sinar di dalam ruangan, sehingga bisa mengurangi ketergantungan pada daya listrik.

Melalui edukasi dan beragam demonstrasi teknologi di lapangan, pameran ini berupaya mengubah paradigma para developer dan masyarakat luas. Keberlanjutan bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah tanggung jawab kolektif.

Dengan sinergi nan kuat antara kebijakan pemerintah dan penemuan sektor industri, pembangunan di Indonesia diharapkan tidak hanya sekadar membangun konektivitas, tetapi juga bisa menjaga keseimbangan kegunaan lingkungan hidup demi generasi mendatang.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑