Menkeu Purbaya: Pemerintah tidak Bohong, Perbaikan Ekonomi Betul-Betul Terjadi

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
 Pemerintah tidak Bohong, Perbaikan Ekonomi Betul-Betul Terjadi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per 31 Mei 2026 dalam konvensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di instansi Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).( ANTARA/Bayu Saputra.)

MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa keahlian penerimaan pajak hingga akhir Mei 2026 menjadi bukti nyata perbaikan aktivitas ekonomi nasional nan semakin solid. Hingga periode tersebut, realisasi penerimaan pajak tercatat mencapai Rp834,4 triliun, alias tumbuh signifikan sebesar 22,1% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode nan sama tahun lampau sebesar Rp683,3 triliun.

Capaian ini setara dengan 35,4% dari sasaran penerimaan pajak nan ditetapkan dalam APBN 2026. Menkeu mengungkapkan, info bulan Mei ini sekaligus menghapus kekhawatiran pemerintah terhadap kondisi bumi upaya nan sempat melambat pada April lalu.

"Saya sempat takut memandang PPh Badan April hanya tumbuh 5,1%, cemas perusahaan banyak nan bangkrut. Ternyata di bulan Mei kembali ke level normal, tumbuh 23,9%. Ini menunjukkan perusahaan tetap sehat dan aktivitas upaya terjaga," ujar Purbaya dalam konvensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6).

Konsumsi Domestik dan Profitabilitas Bisnis Menguat

Pendorong utama kenaikan ini berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) nan meraup Rp315,7 triliun, melonjak 41,3% yoy. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan April nan sebesar 40,2%, mencerminkan daya beli masyarakat nan tetap tangguh.

Selain itu, PPh Badan mencatat realisasi Rp167,6 triliun (tumbuh 23,9%), sementara PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 tumbuh kuat 26% dengan nilai Rp123,1 triliun. Sektor perdagangan menjadi motor penggerak utama dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 52,4%.

Ringkasan Realisasi Pajak hingga Mei 2026

Jenis Pajak / Sektor Realisasi (Mata Uang Rupiah) Pertumbuhan (yoy)
Total Penerimaan Pajak Rp834,4 Triliun 22,1%
PPN & PPnBM Rp315,7 Triliun 41,3%
PPh Badan Rp167,6 Triliun 23,9%
Sektor Perdagangan - 52,4%

Bantah Ekonomi Hanya "Diatas Kertas"

Menanggapi kritik nan menyebut pemulihan ekonomi hanya nomor statistik, Purbaya menegaskan bahwa info pajak mencerminkan aktivitas riil. Kenaikan bea masuk impor bahan baku sebesar 10,67% menjadi sinyal kuat bahwa sektor manufaktur sedang bergeliat.

"Ketika ada kritik ekonomi hanya di kertas, saya periksa info ini. Semuanya naik kencang. Jadi info ini menunjukkan perbaikan ekonomi betul-betul terjadi, pemerintah tidak bohong," tegasnya.

Untuk menjaga momentum, pemerintah tetap menyiapkan stimulus fiskal, termasuk pencairan penghasilan ke-13 nan diharapkan bisa mendongkrak konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2026 di tengah tantangan dunia nan dinamis. (Ins/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑