Menkeu Purbaya Komitmen Jaga Stabilitas Fiskal dan Prioritas Nasional 2027

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Menkeu Purbaya Komitmen Jaga Stabilitas Fiskal dan Prioritas Nasional 2027 MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.(Dok. Antara)

MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas fiskal pada tahun anggaran 2027. Langkah ini diambil guna memastikan support penuh terhadap penyelenggaraan beragam Prioritas Nasional di tengah ketidakpastian ekonomi dunia nan tetap berlanjut.

Dalam Rapat Kerja berbareng Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (15/6), Purbaya menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal terus mengoptimalkan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen utama pendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kementerian Keuangan terus menjaga keahlian fiskal untuk mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi melalui beragam langkah strategis dalam rangka optimasi pendapatan, shopping nan berkualitas, dan pembiayaan nan inovatif,” ujar Purbaya.

Dukungan untuk Program Prioritas Nasional

Purbaya menjelaskan bahwa APBN 2027 bakal diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi nan inklusif dan berkelanjutan. Sejumlah program prioritas nasional nan menjadi konsentrasi utama antara lain:

  • Penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
  • Program Makan Bergizi Gratis.
  • Pembangunan tiga juta rumah untuk rakyat.
  • Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
  • Implementasi program mandatori biodiesel B50.
  • Peningkatan jasa kesehatan dan pemberantasan penyelundupan.

Komitmen tersebut bakal diwujudkan melalui lima program utama Kemenkeu, mulai dari kebijakan fiskal, pengelolaan penerimaan dan shopping negara, hingga pengelolaan perbendaharaan dan risiko.

Kinerja Ekonomi 2026 Tetap Solid

Menkeu memaparkan esensial ekonomi domestik hingga pertengahan 2026 menunjukkan ketahanan kuat:

  • Pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen (yoy).
  • Surplus neraca jual beli bersambung selama 72 bulan.
  • Realisasi pendapatan negara mencapai Rp1.185 triliun (tumbuh 19,1% yoy).
  • Belanja negara terserap Rp1.365,4 triliun (melonjak 34,4% yoy).

Meskipun shopping negara mengalami lonjakan signifikan, Purbaya memastikan bahwa pembiayaan nan terealisasi sebesar Rp379,4 triliun tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Pemerintah berkomitmen mengendalikan defisit dan rasio utang dalam pemisah kondusif nan terkelola.

“Pemerintah terus menjaga peran APBN sebagai instrumen krusial untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, serta mempertahankan momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan keberlanjutan fiskal,” pungkasnya. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia