Menkes Ingin Produk Belanja Kesehatan Diproduksi di Dalam Negeri

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi mendorong agar produk untuk shopping kesehatan Indonesia bisa diproduksi dalam negeri. Hal ini agar shopping kesehatan Indonesia bisa berakibat pada pertumbuhan ekonomi.

Dia memandang shopping kesehatan memang potensial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal ini lantaran pertumbuhan persentase shopping kesehatan Indonesia sudah cukup tinggi hingga 13 persen.

“Memang semua shopping ini belum ditranslasikan jadi pertumbuhan ekonomi di sektor kesehatan, lantaran sebagian besar tetap impor. Jadi nan enjoy GDP growth dan job growth-nya itu di negara lain. Itu sebabnya kita mau mendorong agar semua shopping kesehatan kita jika bisa produknya diproduksi di Indonesia,” kata Budi dalam konvensi pers usai Forum Tingkat Tinggi Building Regional and Global Health Resilience in ASEAN di Kantor DEN, Jakarta pada Rabu (24/6).

Dia memberi contoh bahwa saat ini produksi benzena memang sudah diproduksi di Indonesia, namun benzena menjadi cumene belum ada hilirisasinya di Indonesia.

Selain itu, produksi phenol menjadi parasetamol memang sudah ada di Indonesia namun produksi cumene menjadi fenol belum ada di Indonesia. Maka dari itu, dia mendorong hilirisasi dari produksi beragam produk kesehatan tersebut.

“Jadi jika semua rantai produksi alias hilirisasi ini bisa dibikin di Indonesia, shopping nan 12 persen-13 persen tumbuh itu bisa ditranslasikan jadi GDP di sektor kesehatan,” ujarnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam komferensi pers hasil investigasi internship kedokteran di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Saat ini, dia menjelaskan memang Indonesia tetap melakukan impor shopping kesehatan sebesar 70-80 persen khususnya untuk bahan baku obat. Meski demikian, nomor tersebut menurut Budi sudah diturunkan 20 persen dari persentase sebelumnya.

Maka dari itu, dia tengah mendorong agar active pharmaceutical ingredient (API) alias bahan baku obat ke depan bisa dibikin di Indonesia.

“Jadi (saat ini) sudah bikin 35 API nan dibikin di Indonesia. Dan itu bakal kita tingkatkan terus agar makin lama makin banyak nan dibikin di Indonesia sehingga hilirisasi terjadi,” kata Budi.

Di samping itu, dia juga bakal mendorong agar Danantara untuk menggarap beberapa proyek kesehatan. Untuk itu, dia berencana untuk berkomunikasi dengan CIO Danantara, Pandu Sjahrir.

“Jadi Danantara sekarang ada obrolan untuk masuk ke sana, dan kita bakal buka proyek-proyek investasi baru ke Danantara juga. Karena Danantara kan punya banyak biaya nan dia mau bisa taruh kan, nah kesempatannya untuk develop industri kesehatan itu bisa,” ujarnya.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan