Menhut Usul Tambah Anggaran Rp 6,2 T untuk Sewa Helikopter-Water Bomber

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Jakarta -

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan pihaknya mendapat pagu anggaran sebesar Rp 8,692 triliun. Menhut pun mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 6,2 triliun nan salah satu peruntukannya dimanfaatkan untuk menyewa helikopter hingga water bomber penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla).

Hal itu disampaikan Raja Juli dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026) malam. Raja Juli mengatakan pagu anggaran Kemenhut naik sebesar 21,77 persen dibanding pagu sugestif 2027 nan diusulkan sebelumnya.

"Kementerian Kehutanan mendapatkan alokasi pagu shopping alias pagu anggaran tahun 2027 sebesar Rp 8,692 triliun rupiah, meningkat sebesar 1,55 triliun rupiah alias 21,77% dibanding pagu sugestif 2027," kata Raja Juli dalam rapat di DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia meyebut Kemenhut mengusulkan anggaran tambahan sebesar Rp 6,238 triliun. Raja Juli mengatakan tambahan anggaran itu untuk penguatan kelembagaan hingga pemulihan bencana.

"Kementerian Kehutanan telah mengusulkan anggaran shopping tambahan sebesar Rp 6,238 triliun, nan bakal digunakan untuk: a. penguatan kelembagaan rimba di daerah; b. pencegahan dan penanggulangan kebakaran rimba dan lahan; c. pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemulihan bencana; d. penguatan tata kelola area hutan," kata Raja Juli.

Ia menyebut tambahan anggaran nan sudah disetujui untuk Kemenhut di nomor Rp 1,55 triliun. Untuk itu, pihaknya tetap memerlukan tambahan senilai Rp 4,68 triliun.

"Namun pagu anggaran 2027 Kementerian Kehutanan mendapatkan tambahan anggaran hanya sebesar Rp 1,55 triliun rupiah. Oleh lantaran itu, tetap ada kekurangan sebesar Rp 4,68 triliun rupiah," kata Raja Juli.

"Untuk itu perkenankan kami mengusulkan tambahan anggaran tahun 2027 seperti nan disebutkan di atas tadi, sebesar Rp 4,68 triliun dan diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan rekomendasi bagi Komisi IV DPR RI dalam penyusunan pagu Kementerian tahun 2027," tambahnya.

Ia menjabarkan peruntukan tambahan anggaran itu, salah satunya untuk penguatan patroli keamanan rimba di wilayah dengan kerawanan tinggi. Tambahan anggaran, kata Raja Juli, juga bakal dimanfaatkan untuk menyewa 6 helikopter dan 6 water bomber untuk pengawasan hingga penanganan karhutla.

"Penguatan support operasional tersebut antara lain dilakukan dengan menyewa 6 unit helikopter dan 6 unit pesawat water bomber nan bakal digunakan secara terintegrasi untuk mendukung aktivitas patroli, pemantauan kondisi area hutan, penemuan dini, penanganan dan pemadaman Karhutla secara sigap dan efektif," ujarnya.

Raja Juli lantas menjelaskan pertimbangan Kemenhut untuk menyewa helikopter dan water bomber. Ia menilai penyewaan armada senilai Rp 1,54 triliun lebih elastis dan efisien, tak terbebani masalah pemeliharaan.

"Kami memandang skema sewa lebih tepat dibanding pembelian aset, lantaran memerlukan shopping modal awal nan lebih rendah, tidak membebani pemerintah dengan biaya pemeliharaan dan akibat teknis pesawat, serta memberikan elastisitas dalam menyusun jumlah, jenis armada sesuai tingkat kerawanan Karhutla setiap tahunnya," kata Raja Juli.

"Karena itu skema sewa kami nilai lebih fleksibel, efisien, dan responsif dalam mendukung pengamanan area rimba serta pencegahan pengendalian karhutla," tambahnya.

Raja Juli menyebut anggaran untuk kebutuhan operasional 12 pesawat udara itu senilai Rp 1,54 triliun. Ia berambisi usulan tambahan anggaran nan disampaiakan Kemenhut ke DPR bisa terealisasi.

"Dengan memperhitungkan kebutuhan operasional selama 8 bulan periode normal dan 4 bulan periode rawan Karhutla, masing-masing unit direncanakan mempunyai kebutuhan sewa sebesar 856 jam per tahun," kata Raja Juli.

"Dengan komposisi tersebut, kebutuhan operasional unit 12 pesawat udara diperkirakan sekitar Rp 1,54 triliun per tahun," imbuhnya.

(dwr/azh)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News