Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan percepatan evakuasi kejadian tabrakan kereta api antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam 27 April 2026.
"Kemenhub (Kementerian Perhubungan) memastikan pemindahan dilakukan secara sigap dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak," kata Dudy dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa awal hari (28/4/2026), melansir Antara.
Dia mengatakan, Kemenhub menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Dudy meninjau langsung letak kejadian untuk memastikan proses pemindahan melangkah lancar. Ia menyampaikan pendataan jumlah korban tetap terus dilakukan.
Kemenhub bakal terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pihak mengenai untuk memastikan proses pemindahan melangkah optimal seiring perkembangan di lapangan.
"Selain itu, Kemenhub juga mendukung langkah-langkah investigasi dari KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) dan pihak mengenai guna mendalami penyebab kejadian tersebut," kata Dudy.
Menhub Pantau Langsung Proses Evakuasi Penumpang Tabrakan KA Jarak Jauh dan KRL
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa kecelakaan antara KRL dan Kereta Api Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa tabrakan tersebut terjadi pada Senin (27/4/2026), malam.
Pihak Kemenhub memastikan proses pemindahan dilakukan dengan sigap dengan prioritas keselamatan para korban.
"Saat ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tengah berada di letak untuk memastikan proses pemindahan melangkah lancar," tulis Kemenhub dalam pernyataan resmi, Selasa (28/4/2026) awal hari.
Kemenhub memastikan, proses pemindahan tetap melangkah dengan terus berkoordinasi secara intensif. Koordinasi dengan seluruh pihak dipastikan melangkah optimal seiring perkembangan di lapangan.
Proses pemindahan bakal beriringan untuk pendataan para korban. Selain itu, Kemenhub juga mendukung langkah-langkah investigasi dari KNKT dan pihak mengenai guna mendalami penyebab kejadian tersebut.
"Pendataan jumlah korban tetap terus dilakukan," bunyi keterangan resmi Kemenhub.
Update Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: 5 Meninggal Dunia, 3 Masih Terjepit
PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) (Persero) menyebut, saat ini sebanyak lima penumpang meninggal bumi dalam kejadian kecelakaan kereta api jarak jauh (KAJJ) dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Lalu, tetap ada tiga korban nan tetap terjepit.
"Update dari korban pada saat ini meninggal bumi itu 5. Kemudian nan tetap terperangkap itu sekitar 3," ujar Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
"Dan nan sudah observasi di rumah sakit itu berjumlah 79. Rumah sakitnya ada sembilan RS," sambung dia.
Bobby mengatakan, KAI membangun posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi, Jawa Barat. Dia memastikan salah satu jalur di Stasiun Bekasi Timur sudah bisa beraksi usai taksi nan tertemper sudah dievakuasi.
"Kemudian kita juga mengadakan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi ini dan seperti nan kita ketahui per jam 01.24 track kita di jalur hilir itu sudah beroperasi, setelah kita tadi follow up mengevakuasi mobil taksi tadi beserta rekan KRL nan tertemper taksi itu," jelas Bobby.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·