Menhan Sjafrie Ungkap Alasan Donald Trump Masukkan Indonesia ke BoP

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, membeberkan kronologi serta dinamika awal mula keterlibatan Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP).

Inisiatif internasional nan awalnya dibentuk untuk membantu penduduk Palestina di Jalur Gaza tersebut, sekarang diakui tengah mandek akibat imbas eskalasi geopolitik global.

"Bahwa Board of Peace itu adalah suatu inisiatif dari Presiden Amerika Serikat untuk membantu Palestina di Gaza, dan kita tahu korban nan timbul mungkin sudah nyaris 80.000 jiwa nan korban di Gaza," ujar Sjafrie dalam rapat kerja berbareng Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Sjafrie menjelaskan, Presiden AS Donald Trump sengaja memasukkan Indonesia ke dalam BoP berbareng aliansi negara-negara Arab. Langkah tersebut diambil sebagai corak apresiasi terhadap Presiden Prabowo Subianto, mengingat posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar nan konsisten mengawal rumor kemanusiaan di Gaza.

Dalam proses bergabungnya Indonesia, Sjafrie menegaskan bahwa pemerintah tidak serta-merta menerima tawaran tersebut tanpa posisi tawar nan kuat. Indonesia mengusulkan sejumlah prasyarat ketat demi melindungi kedaulatan dan eksistensi faksi di Palestina.

"Indonesia berkonsultasi dengan prasyarat bahwa Hamas tetap kita jaga eksistensinya, kemudian juga jangan sampai terjadi kegiatan-kegiatan nan berkarakter kekuatan bentuk nan bisa menimbulkan korban terhadap rakyat di Gaza. Ini nan menjadi catatan kita, dan ini disetujui oleh beberapa negara Arab termasuk Arab Saudi," ungkapnya.

Kendati awalnya dirancang sebagai wadah resolusi konflik, Sjafrie mengakui bahwa saat ini pergerakan BoP terpaksa mandek alias left behind. Mandeknya lembaga ini dipicu oleh pecahnya ketegangan baru nan melibatkan poros kekuatan besar di Timur Tengah.

"Namun, dinamika nan sekarang timbul lantaran tetap terjadinya intensitas bentrok antara Amerika dan Israel nan sangat tinggi (dengan Iran) sehingga BoP condong left behind. Nah, lantaran BOP left behind, ISF juga left behind," pungkas Sjafrie.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita