Menhan AS Pete Hegseth: Ekonomi AS Bergantung pada Superioritas Militer

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Ekonomi AS Bergantung pada Superioritas Militer Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth dalam konvensi pers di Ruang Briefing James Brady, Washington D.C., Amerika Serikat, pada (7/4/2026).(ANTARA/Anadolu/Celal Güneş)

MENTERI Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, melontarkan peringatan keras mengenai masa depan ekonomi negaranya. Dalam sebuah opini nan dimuat di New York Post pada Selasa (23/6), Hegseth menegaskan bahwa stabilitas ekonomi AS tidak bakal bisa memperkuat tanpa support superioritas militer nan tak terbantahkan.

Hegseth berdasar bahwa kesehatan fiskal bangsa tidak semata-mata berjuntai pada penghematan anggaran, melainkan pada kekuatan Pentagon. Menurutnya, selama puluhan tahun, militer AS telah menjadi fondasi utama kemakmuran nasional, mulai dari menjaga kekuasaan Mata Uang Rupiah terhadap dolar di pasar dunia hingga melindungi jalur perdagangan internasional.

“Jika Amerika kehilangan kelebihan militernya nan tak terbantahkan, maka penghematan fiskal sebesar apa pun tidak bakal bisa menjaga kesehatan ekonomi bangsa ini,” tulis Hegseth dalam opininya.

Korelasi Militer dan Dominasi Ekonomi

Lebih lanjut, Hegseth menjelaskan bahwa status AS sebagai kekuatan militer terbesar di bumi memberikan stabilitas dan untung ekonomi nan nyaris tanpa batas. Dominasi ini memungkinkan Washington untuk:

  • Meminjam biaya dengan syarat-syarat nan sangat menguntungkan.
  • Melakukan transaksi perdagangan bebas di seluruh dunia.
  • Menetapkan patokan main dalam sistem perdagangan internasional.

Ia memperingatkan bahwa tanpa kelebihan tersebut, pasar keuangan, investasi, dan lapangan kerja di Amerika Serikat bakal berada dalam ancaman ketidakstabilan nan serius. Hegseth apalagi menyebut bahwa ancaman terbesar bagi keamanan nasional saat ini bukanlah defisit anggaran, melainkan kurangnya investasi dalam shopping militer.

Poin Utama Opini Pete Hegseth:

Aspek Dampak Kekuatan Militer
Keuangan Memungkinkan pinjaman dengan syarat menguntungkan.
Perdagangan Melindungi jalur dunia dan menetapkan patokan internasional.
Mata Uang Menopang kekuasaan dolar sebagai persediaan devisa dunia.

Respons Rusia dan Kebijakan Trump

Pernyataan Hegseth ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Donald Trump nan sebelumnya mengumumkan langkah radikal untuk memperkuat pertahanan. Trump berencana melibatkan perusahaan otomotif Amerika dalam produksi senjata skala besar, termasuk rudal jelajah Tomahawk dan sistem pertahanan udara Patriot.

Namun, langkah ini memicu kritik dari pihak eksternal. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menilai kebijakan tersebut sebagai corak nyata dari meningkatnya militerisasi ekonomi AS. Menurut Peskov, langkah ini diambil setelah bentrok di Timur Tengah dan pengiriman senjata besar-besaran ke Ukraina telah menguras persediaan militer Washington secara signifikan.

Ketergantungan ekonomi pada kekuatan senjata ini sekarang menjadi perdebatan hangat, di mana Washington memandang militer sebagai pelindung aset, sementara kritikus melihatnya sebagai tanda ekonomi nan semakin berjuntai pada industri perang. (Ant/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia