
Mengulik dari mana sumber biaya danasiwa LPDP. (Foto: Okezone.com/LPDP)
JAKARTA – Mengulik dari mana sumber biaya danasiwa LPDP. Program danasiwa ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) nan dialokasikan melalui skema biaya kekal pendidikan.
Pada 2026, anggaran program danasiwa LPDP mencapai Rp11,07 triliun. Dana tersebut ditujukan bagi 5.750 penerima danasiwa baru dengan konsentrasi pada bagian science, technology, engineering, and mathematics (STEM), jenjang S2 dan S3, serta pendidikan master ahli guna mendukung visi pembangunan nasional.
Pemerintah mengembangkan biaya kekal di bagian pendidikan nan diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2021 tentang Dana Abadi di Bidang Pendidikan, nan menggantikan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2019. Regulasi tersebut menjelaskan bahwa biaya kekal pendidikan merupakan biaya nan berkarakter permanen untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan antargenerasi dan tidak digunakan untuk shopping langsung.
Secara historis, pemerintah mulai menginvestasikan biaya kekal pendidikan pada 2010 sebesar Rp1 triliun dan terus meningkatkan nilainya hingga saat ini. Konsepnya adalah mengalokasikan sebagian anggaran pendidikan dalam APBN sebagai Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) kepada Badan Layanan Umum (BLU), ialah LPDP, untuk dikelola. Hasil pengelolaan investasi tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membiayai program danasiwa dan riset.
LPDP merupakan BLU di bawah Kementerian Keuangan. DPPN menjadi cikal bakal biaya kekal pendidikan sebelum lahirnya biaya kekal lain, ialah Dana Abadi Penelitian, Dana Abadi Perguruan Tinggi, dan Dana Abadi Kebudayaan.
Berdasarkan Perpres 111/2021, LPDP sekarang mendapat mandat mengelola seluruh biaya kekal di bagian pendidikan nan mencakup Dana Abadi Pendidikan (sebelumnya DPPN), Dana Abadi Penelitian, Dana Abadi Perguruan Tinggi, dan Dana Abadi Kebudayaan. Dalam pelaksanaannya, LPDP bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Agama, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Plt Direktur Utama LPDP, Sudarto, menyatakan bahwa total biaya kekal nan dikelola saat ini mencapai Rp154,19 triliun. Dari jumlah tersebut, biaya kekal pendidikan sebesar Rp126 triliun, biaya kekal penelitian Rp13 triliun, biaya kekal perguruan tinggi Rp10 triliun, dan biaya kekal kebudayaan Rp5 triliun.
“Sejak 2013, Indonesia telah membangun biaya kekal nan sekarang totalnya mencapai Rp154,19 triliun,” ujar Sudarto.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·