Mengenal Toxic Masculinity, ketika Maskulinitas Berubah Menjadi Alat untuk Mengontrol Orang Lain

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Mengenal Toxic Masculinity, ketika Maskulinitas Berubah Menjadi Alat untuk Mengontrol Orang Lain

Hubungan toksik. (Foto: Freepik)

ISTILAH toxic masculinity semakin sering diperbincangkan. Utamanya ketika muncul kasus-kasus kekerasan dalam hubungan, seperti nan baru-baru ini dialami YTR nan disekap dan dianiaya kekasihnya, TH, selama 3 tahun di Bandung.

Namun, tidak sedikit nan tetap salah memahami istilah ini dan menganggap bahwa semua sifat maskulin adalah sesuatu nan negatif. Padahal, toxic masculinity bukanlah tentang maskulinitas itu sendiri. Mari mengulas mendalam toxic masculinity.

Sebut Taufik Hidayat Tidak Dikategorikan Penyiksaan, Komnas Perempuan Minta Maaf

1. Apa Itu Toxic Masculinity?

Psikolog klinis, Irawati Damanik, S.Psi., M.Psi., dalam aktivitas Morning Zone di Youtube Okezone menjelaskan apa itu toxic masculinity. Menurutnya, toxic masculinity adalah pandangan soal laki-laki nan diminta kudu dominan.

Dalam kehidupan sehari-hari, laki-laki memang sering dibentuk dengan karakter sebagai sosok nan mandiri, kuat, bertanggung jawab, dan bisa melindungi orang lain. Nilai-nilai tersebut pada dasarnya merupakan perihal nan positif.

Menurut Ira, masalah muncul ketika peran maskulin tersebut dimaknai secara keliru. Seseorang merasa mempunyai kewenangan untuk mengatur, membatasi, alias mengendalikan pasangan hanya lantaran dirinya seorang laki-laki alias mempunyai peran sebagai pencari nafkah dalam keluarga.

"Kalau di kita toxic masculinity itu masuknya laki-laki memang kudu dominan, tapi kemudian jadi toxic, lantaran itu dijadikan sebagai perangkat untuk mengontrol orang lain," ujar Ira.

"Tadinya memang maksudnya kita di-building karakternya untuk menjadi laki-laki nan mandiri, laki-laki nan kuat, laki-laki nan bisa melindungi pasangan, alias adik, alias siapa pun. Tapi kemudian pandangan itu menjadi toxic ketika diartikulasikan menjadi negatif," lanjutnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com