Mengenal Thyroid Eye Disease: Gejala Mata Melotot Akibat Gangguan Tiroid

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Gejala Mata Melotot Akibat Gangguan Tiroid Ilustrasi(magnific)

PENYAKIT tiroid rupanya tidak hanya berakibat pada metabolisme tubuh, tetapi juga mempunyai manifestasi klinis nan nyata pada kesehatan mata. Dokter ahli mata lulusan Universitas Padjadjaran, dr. Tri Wahyu, Sp.M, mengungkapkan bahwa pasien dengan gangguan tiroid sering kali menunjukkan karakter unik berupa mata nan tampak lebih menonjol alias melotot.

Kondisi ini dikenal secara medis sebagai Thyroid Eye Disease (TED). Menurut Tri, TED merupakan gangguan autoimun nan memicu peradangan serta pembengkakan pada otot dan jaringan lemak di sekitar bola mata. Hal ini terjadi lantaran antibodi nan semestinya menyerang kelenjar tiroid justru ikut menyerang otot-otot di area mata.

“Sekitar 50% pasien dengan masalah tiroid bakal mengalami gangguan pada mata. Dari jumlah tersebut, 90% di antaranya mempunyai kondisi hipertiroid, meski sisanya mungkin mempunyai kadar hormon normal alias apalagi di bawah normal,” ujar Tri dalam sebuah obrolan kesehatan di Jakarta, Rabu (4/6).

Gejala dan Risiko nan Perlu Diwaspadai

Sering kali, pasien tidak menyadari bahwa mereka menderita gangguan tiroid hingga indikasi spesifik muncul pada mata. Gejala umum tiroid seperti tremor, sering berkeringat di malam hari, hingga penurunan berat badan sering dianggap sebagai keluhan biasa. Namun, ketika mata mulai menonjol, barulah pasien mencari support medis, nan sering kali dimulai dengan mengunjungi master mata.

Berikut adalah rangkuman info mengenai karakter dan akibat Thyroid Eye Disease berasas penjelasan dr. Tri Wahyu, Sp.M:

Kategori Detail Informasi
Gejala Khas pada Mata Mata menonjol (melotot), penglihatan dobel (dobel), kelopak mata susah menutup, mata juling, dan gangguan mobilitas bola mata.
Kelompok Berisiko Tinggi Perempuan usia di atas 40 tahun (memiliki akibat 5 kali lebih tinggi).
Faktor Pemicu/Pemberat Genetik, aspek stres, serta paparan asap rokok (aktif maupun pasif).
Dampak Psikososial Penurunan rasa percaya diri, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga berakhir bekerja akibat perubahan penampilan.

Pentingnya Deteksi Dini

Selain mengganggu kegunaan penglihatan, TED secara signifikan memengaruhi kualitas hidup pasien lantaran perubahan estetika wajah nan drastis. Tri menekankan bahwa penanganan nan tepat dan sigap sangat krusial untuk mengembalikan kegunaan kelopak mata serta memperbaiki aspek estetika.

“Deteksi awal dan penanganan nan tepat pada gangguan kelopak mata dapat memberikan hasil nan optimal, baik secara kegunaan maupun estetika bagi pasien,” pungkasnya. (Ant/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia