Niko Prayoga
, Jurnalis-Sabtu, 19 September 2026 |20:05 WIB

Sakit leher. (Foto: Freepik)
PERNAHKAH kamu memandang leher seseorang berkedut alias berdebar sangat kencang secara terus-menerus? Hal ini tentunya memunculkan kekhawatiran.
Meski sering dianggap sebagai kedutan biasa akibat kelelahan otot, kejadian visual ini dalam bumi medis bisa menjadi parameter krusial adanya gangguan pada sistem kardiovaskular. Bisa jadi, Anda mengalami regurgitasi aorta.

1. Mengenal Regurgitasi Aorta
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, menjelaskan bahwa kondisi leher nan berdebar kuat tersebut dikenal dengan istilah Corrigan’s Sign alias dancing carotid. Tanda visual ini merupakan indikasi unik dari kondisi medis nan dinamakan regurgitasi aorta.
"Leher nan berkedut-kedut seperti ini adalah tanda regurgitasi aorta. Bahasa kerennya adalah Corrigan’s Sign alias dancing carotid," ungkap dr. Adam.
dr. Adam memaparkan bahwa aorta merupakan pembuluh darah terbesar di dalam tubuh manusia nan mengalirkan darah langsung dari organ jantung. Secara sederhana, regurgitasi aorta terjadi ketika terdapat kebocoran pada katup pembuluh darah tersebut.
Untuk memudahkan pemahaman masyarakat, dr. Adam menggambarkan sistem kerja jantung dan katup aorta seperti sistem pengairan rumah tangga.
"Aorta itu adalah pembuluh darah paling besar di tubuh kita nan keluar dari jantung. Regurgitasi aorta itu sederhananya adalah ada bocor di aorta. Bayangkan jantung itu seperti pompa air, dan katup aortanya seperti pintu satu arah. Nah regurgitasi itu pintunya gak menutup rapat," jelas dia.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·