Mengenal Protein NOX4: Kunci Otot Kuat dan Rahasia Awet Muda

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Kunci Otot Kuat dan Rahasia Awet Muda Ilustrasi.(Magnific)

PENELITIAN terbaru nan dipublikasikan dalam jurnal Science Advances sukses mengidentifikasi protein otot nan menjadi kunci bagi perseorangan nan tetap aktif di usia tua condong mempunyai tubuh nan lebih kuat dan sehat. Protein nan disebut NOX4 ini diketahui menurun secara alami seiring bertambahnya usia dan kurangnya aktivitas fisik.

Para intelektual menemukan bahwa penurunan kadar NOX4 berkorelasi langsung dengan tanda-tanda kerapuhan (frailty), kehilangan massa otot, resistensi insulin, hingga penyakit hati. Temuan ini memberikan penjelasan biologis baru mengenai pepatah bergerak adalah obat.

Peran Vital NOX4 dalam Perbaikan Otot

Peneliti meyakini bahwa NOX4 membantu otot untuk memperbaiki diri dan beradaptasi terhadap tuntutan bentuk saat berolahraga. Dalam penelitian nan dilakukan pada tikus, penghapusan protein NOX4 menyebabkan subjek menjadi lebih lemah, kehilangan massa otot, dan mengalami masalah kesehatan nan biasanya dikaitkan dengan penuaan dini.

Kabar baiknya, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa olahraga secara rutin bisa memulihkan kadar NOX4 pada subjek nan sudah tua. Hal ini membuktikan bahwa aktivitas bentuk memicu jalur pensinyalan biologis nan membantu tubuh beradaptasi, memperbaiki diri, dan menjadi lebih handal seiring waktu.

Poin Kunci Penelitian:

  • Protein NOX4 menurun akibat aspek usia dan style hidup sedenter (kurang gerak).
  • Olahraga terbukti dapat meningkatkan kembali kadar NOX4 dalam otot.
  • NOX4 berkedudukan krusial dalam sistem pemulihan otot setelah stres fisik.

Lebih dari sekadar Kebugaran Fisik

Josephine Hunt, pendiri The Resilience Revolution, menyatakan bahwa temuan ini sangat menarik lantaran menjelaskan kejadian nan diamati para intelektual olahraga selama puluhan tahun. Menurutnya, olahraga tidak hanya memperbaiki penampilan luar alias kebugaran jantung, tetapi bekerja jauh di tingkat seluler.

"Olahraga membantu tubuh mempertahankan kemampuannya untuk pulih dari tantangan fisik. Penuaan nan sehat bukan sekadar menambah usia, tetapi menjaga kekuatan, kegunaan tubuh, kemandirian, hingga kesehatan kognitif," ujar Hunt.

Langkah Penelitian Selanjutnya

Meskipun studi ini memberikan angan baru, para peneliti menekankan bahwa penelitian lebih lanjut tetap diperlukan. Sejauh ini, penelitian utama dilakukan pada tikus, sehingga hasilnya tidak bisa langsung diterapkan secara identik pada manusia.

Namun, tim peneliti telah memeriksa sampel otot dari laki-laki muda dan tua. Hasilnya, ditemukan pola penurunan NOX4 nan serupa. Riset lanjutan bakal difokuskan untuk memahami lebih dalam peran protein ini dalam proses penuaan manusia guna mengembangkan strategi kesehatan nan lebih efektif di masa depan. (Fox/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia