Mengenal La Plancha, Alat Panggang Khas Spanyol yang Kini Ada di Jogja

Sedang Trending 1 jam yang lalu
La plancha, perangkat panggang berupa pelat baja tebal asal Spanyol, datang di Naicla Steak & Grill, restoran nan berada di rooftop GAIA Cosmo Hotel. Foto: Dok.Istimewa

Menikmati steak nan garing di luar namun tetap juicy di dalam bukan sekadar soal kualitas daging, teknik memasaknya menentukan separuh hasilnya. Di Yogyakarta, GAIA Cosmo Hotel mengklain menjadi satu-satunya hotel nan menghadirkan metode panggangan unik Mediterania berjulukan À La Plancha.

La Plancha, secara harfiah berfaedah "the griddle" alias panggangan pelat dalam bahasa Spanyol, merupakan perangkat masak nan telah mengakar di pesisir Mediterania selama berabad-abad.

Naicla Steak & Grill, restoran nan berada di rooftop GAIA Cosmo Hotel Yogyakarta, menjadi salah satu tempat nan menghadirkan teknik ini. Hotel bintang 4 nan berlokasi di Jalan Ipda Tut Harsono, Umbulharjo tersebut menggunakan perangkat La Plancha nan diimpor langsung dari Spanyol.

"Mungkin di Jogja itu belum ada ya, jadi kita hotel pertama di Jogja nan menggunakan La Plancha. Kita langsung impor dari Spanyol, dan kita itu serius makanya kita datangkan jauh-jauh," ujar Maulana Abdul Malik, Master Grill Chef GAIA Cosmo Hotel Yogyakarta.

Steak di Naicla Steak & Grill, restoran nan berada di rooftop GAIA Cosmo Hotel. Foto: Pandangan Jogja/Arif UT

La Plancha bekerja dengan langkah memanaskan pelat baja tebal menggunakan bara kayu — bukan kompor gas alias oven konvensional. Di Naicla, pilihan kayunya pun tak sembarangan: kayu mahoni alias kayu buah-buahan dipilih untuk menghasilkan aroma smoky dan fruity nan meresap ke serat daging.

"Kayu itu nan dibakar memanaskan pelat bajanya itu sendiri, jadi tetap panas dan stabil lantaran itu tebal, tapi ada sensasi smoky-nya," jelas Maulana. Suhu permukaan La Plancha minimal mencapai 250 derajat Celcius, cukup untuk membentuk char di luar sekaligus mengunci sari daging agar tidak keluar saat dipotong.

instagram embed

Daging nan digunakan pun dipilih dengan standar nan sama seriusnya. Naicla Steak & Grill menggunakan Australian Fullblood Wagyu nan dibesarkan melalui metode grain-fed — sapi nan diberi pakan biji-bijian dan menghasilkan tekstur lembut dan cita rasa lebih gurih.

"Daging nan di sini kita pakai itu produk impor dan kualitasnya bagus. Kita pakai Australian Wagyu,” tambah Maulana.

Setelah melalui proses grill di atas La Plancha, daging kemudian di-resting terlebih dulu sebelum diiris dan disajikan ke tamu, agar sari daging terkunci sempurna dan setiap potongan tetap juicy.

Maulana Abdul Malik, Master Grill Chef GAIA Cosmo Hotel Yogyakarta. Foto: Pandangan Jogja/Arif UT

Restoran ini menawarkan beberapa opsi paket, mulai dari a la carte (personal portion), set menu untuk sharing 4–6 orang, hingga paket Rooftop Barbeque Bash dengan konsep all-you-can-eat buffet. Khusus untuk paket BBQ Bash, nilai mulai dari Rp175 ribu per orang bertindak untuk pemesanan grup minimal 30 orang. Paket tersebut mencakup hidangan pembuka, menu barbeque dengan teknik La Plancha, hingga hidangan penutup.

Kapasitas ruangannya mencapai 50 hingga 70 orang, menjadikannya pilihan nan relevan untuk aktivitas komunitas, gathering kantor, maupun pesta privat. Informasi komplit mengenai paket, skema pemesanan, dan reservasi dapat diakses melalui situs resmi gaiacosmo.com maupun media sosial GAIA Cosmo Yogyakarta.

"Jadi di Naicla ini tamu bukan hanya merasakan makanan lezat, tapi merasakan suasana nan istimewa," tutup Maulana.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan