Mengenal Kepulauan Sangihe: Lokasi dan Alasan Geologis Sering Diguncang Gempa

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Lokasi dan Alasan Geologis Sering Diguncang Gempa Kapal nelayan melintas di samping kapal tol laut Logistik Nusantara 2 milik PT Pelni (Persero) nan memuat peti kemas saat tiba di Pelabuhan Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Rabu (29/11/2023). Program Tol Laut merupakan salah satu upaya pemerint(Usman Iskandar/MI)

KEPULAUAN Sangihe merupakan wilayah kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara nan secara geografis terletak di antara Pulau Sulawesi dan Pulau Mindanao, Filipina. Wilayah ini berada di bibir Samudra Pasifik, menjadikannya salah satu area dengan aktivitas seismik paling aktif di Indonesia.

Di Mana Kepulauan Sangihe?

Kabupaten Kepulauan Sangihe beribu kota di Tahuna. Secara astronomis, wilayah ini terletak di ujung utara Indonesia nan berbatasan langsung dengan perairan internasional Filipina. Posisi geografisnya nan strategis juga menempatkan Sangihe di jalur lintasan tektonik nan sangat kompleks.

Mengapa Kepulauan Sangihe Sering Diguncang Gempa?

Berdasarkan tatanan pengetahuan bumi dan tektonik, terdapat beberapa argumen utama kenapa wilayah Kepulauan Sangihe mempunyai tingkat kerawanan gempa nan tinggi:

1. Zona Subduksi Ganda (Double Subduction)

Kepulauan Sangihe berada di area Laut Maluku nan unik secara dunia lantaran mempunyai sistem subduksi ganda. Di wilayah ini, Lempeng Laut Maluku tersubduksi (menyusup) ke bawah Lempeng Sangihe di sebelah barat dan ke bawah Lempeng Halmahera di sebelah timur. Aktivitas penyelundupan lempeng ini melepaskan daya besar nan memicu gempa bumi tektonik.

2. Aktivitas Lempeng Laut Filipina

Selain subduksi lokal di Laut Maluku, pergerakan Lempeng Laut Filipina di sisi timur juga memberikan tekanan tektonik nan signifikan terhadap struktur batuan di sekitar Kepulauan Sangihe.

3. Jalur Busur Volkanik Aktif

Sangihe merupakan bagian dari busur kepulauan vulkanik (volcanic arc). Keberadaan gunung api aktif, seperti Gunung Awu, menunjukkan adanya aktivitas magma di bawah permukaan nan berangkaian erat dengan proses tektonik. Gempa nan terjadi bisa berkarakter tektonik murni maupun gempa vulkanik nan dipicu oleh pergerakan magma.

Catatan Redaksi: Terkait laporan kejadian gempa pada Senin, 8 Juni 2026, info spesifik mengenai magnitudo, kedalaman, dan akibat kerusakan saat ini sedang dalam tahap pengesahan oleh otoritas mengenai (BMKG). Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti pengarahan resmi dan tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

Karakteristik Gempa di Sangihe

Gempa di wilayah ini sering kali mempunyai karakter kedalaman nan bervariasi. Gempa dangkal biasanya dipicu oleh patahan lokal alias aktivitas gunung api, sementara gempa dalam sering kali berangkaian dengan deformasi batuan di dalam area subduksi Laut Maluku. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia