Mengenal Jenis Implan Gigi, Solusi Modern untuk Mengatasi Gigi Hilang

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Mengenal Jenis Implan Gigi, Solusi Modern untuk Mengatasi Gigi Hilang Ilustrasi(Dok Istimewa)

KEHILANGAN gigi bukan hanya berakibat pada penampilan,  juga dapat memengaruhi kegunaan mengunyah, kesehatan mulut, hingga struktur tulang rahang. Seiring perkembangan teknologi kedokteran gigi, implan gigi sekarang menjadi salah satu solusi nan banyak dipilih lantaran sifatnya nan permanen, nyaman, dan menyerupai gigi asli.

Namun, tetap banyak masyarakat nan belum memahami bahwa implan gigi mempunyai beberapa jenis dan pendekatan nan berbeda, nan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Implan gigi adalah prosedur penanaman akar gigi buatan berbahan titanium ke dalam tulang rahang. Akar buatan ini kemudian menjadi fondasi bagi mahkota gigi nan bakal dipasang di atasnya. Berbeda dengan gigi tiruan lepasan, implan berkarakter tetap, tidak mudah bergeser, dan bisa memberikan kegunaan serta tampilan nan lebih natural.

Dalam praktik kedokteran gigi modern, terdapat beberapa jenis implan nan umum digunakan. Pertama, endosteal Implant  atau implan dalam tulang. Jenis ini merupakan nan paling umum digunakan. Implan ditanam langsung ke dalam tulang rahang dan biasanya berbentuk seperti sekrup kecil. Cocok untuk pasien dengan kondisi tulang rahang nan cukup kuat dan sehat.

Kedua, Subperiosteal Implant alias Implan di atas tulang. Implan ini ditempatkan di atas tulang rahang, tetapi tetap berada di bawah jaringan gusi. Biasanya digunakan untuk pasien nan mempunyai tulang rahang tipis dan tidak memungkinkan untuk pemasangan implan konvensional tanpa prosedur tambahan.

Ketiga, Zygomatic Implant jenis ini lebih kompleks dan jarang digunakan. Implan ditanam pada tulang pipi (zygomatic bone) dan biasanya menjadi solusi bagi pasien dengan kehilangan tulang rahang nan signifikan.

Selain jenis implan, terdapat juga pendekatan perawatan nan berbeda tergantung kondisi pasien antara lain Single Tooth Implant untuk menggantikan satu gigi nan hilang,Multiple Implants untuk beberapa gigi nan lenyap danAll-on-4 / All-on-6 merupakan teknik pemasangan beberapa implan untuk menopang satu set gigi penuh. Pendekatan ini memungkinkan pasien mendapatkan solusi nan lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan fungsional maupun estetika.

Teknologi nan Mendukung

Keberhasilan implan gigi saat ini tidak lepas dari support teknologi modern, seperti digital scanning untuk kajian struktur gigi,3D imaging (CBCT) untuk memandang kondisi tulang rahang secara detail,guided surgery untuk pemasangan nan lebih presisi. Dengan teknologi ini, prosedur implan menjadi lebih aman, minim rasa tidak nyaman, dan mempunyai tingkat keberhasilan nan tinggi.

Meskipun implan menjadi solusi nan ideal, tidak semua pasien bisa langsung menjalani prosedur ini. Beberapa kondisi seperti tulang rahang nan tipis alias masalah gusi perlu ditangani terlebih dahulu. Dalam beberapa kasus, master mungkin menyarankan tindakan tambahan seperti bone graft (penambahan tulang) sebelum pemasangan implan dilakukan.

Pentingnya Konsultasi 

Setiap pasien mempunyai kondisi nan unik, sehingga pemeriksaan menyeluruh dan perencanaan nan matang menjadi kunci keberhasilan perawatan implan.

Menurut drg. Christine Hendriono, Sp.KG, GCOI, MS Implant (Rome), pemilihan jenis implan kudu didasarkan pada pemeriksaan nan tepat. 
“Tidak ada satu solusi nan sama untuk semua pasien. Kami perlu memandang kondisi tulang, kesehatan gusi, serta kebutuhan pasien agar hasilnya optimal dan tahan lama,” ungkap Christine dalam keterangannya hari ini.

Dengan perawatan nan tepat, implan gigi dapat memperkuat dalam jangka panjang dan membantu menjaga kesehatan mulut secara keseluruhan.
Selain mengembalikan kegunaan dan estetika, implan juga berkedudukan dalam mencegah penyusutan tulang rahang nan sering terjadi setelah kehilangan gigi.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap kualitas perawatan, J Smile Dental Clinic  menghadirkan program agunan seumur hidup untuk perawatan implan gigi, memberikan rasa kondusif bagi pasien dalam menjalani solusi jangka panjang ini. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia