Mengenal Bedah Bariatrik: Solusi Medis Obesitas dan Penyakit Metabolik

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
 Solusi Medis Obesitas dan Penyakit Metabolik Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif Konsultan RS Premier Bintaro, Dr. dr. Errawan Wiradisuria, Sp.B, Subsp.BD(K), M.Kes, menjelaskan mengenai obesitas(MI/HO)

OBESITAS kini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata sebagai sekadar persoalan penampilan alias style hidup. Para mahir medis menegaskan bahwa obesitas adalah penyakit kronis serius nan memerlukan penanganan medis berkepanjangan lantaran risikonya nan memicu beragam komplikasi mematikan.

Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif Konsultan RS Premier Bintaro, Dr. dr. Errawan Wiradisuria, Sp.B, Subsp.BD(K), M.Kes, mengungkapkan bahwa persepsi masyarakat Indonesia mengenai obesitas tetap perlu diluruskan. Banyak nan menganggap kondisi ini hanya akibat pola makan berlebih alias kurang gerak, padahal dampaknya jauh lebih kompleks.

“Organisasi kesehatan bumi seperti American Medical Association dan Canadian Medical Association sudah mengategorikan obesitas sebagai penyakit kronis. Di Indonesia, tantangannya adalah mengubah stigma bahwa ini bukan sekadar masalah pola hidup,” ujar Errawan dalam media gathering di Jakarta, dikutip Sabtu (23/5).

Bahaya Komorbiditas di Balik Obesitas

Penumpukan lemak tubuh pada penderita obesitas memengaruhi sistem metabolisme secara menyeluruh. Hal ini memicu munculnya beragam penyakit penyerta alias komorbid nan menurunkan kualitas hidup secara drastis.

Kategori Dampak Jenis Penyakit Penyerta (Komorbid)
Metabolik & Kardiovaskular Diabetes Melitus, Hipertensi, Hiperlipidemia (Kolesterol Tinggi), Penyakit Jantung.
Sistem Pernapasan Obstructive Sleep Apnea (Gangguan Tidur).
Fisik & Struktural Nyeri Lutut, Varises pada Tungkai.
Lainnya Gangguan Hormonal, Penurunan Kualitas Hidup.

Bedah Bariatrik: Bukan Sekadar Tindakan Kosmetik

Dalam menangani obesitas berat, metode konvensional seperti diet dan olahraga terkadang tidak memberikan hasil jangka panjang nan signifikan. Di sinilah peran bedah bariatrik–metabolik menjadi krusial. Errawan menekankan bahwa prosedur ini adalah terapi medis, bukan tindakan estetika.

“Tujuan utamanya adalah memperbaiki kondisi kesehatan secara menyeluruh dan mengendalikan penyakit metabolik seperti glukosuria dan tekanan darah tinggi,” jelasnya.

Salah satu teknik nan terkenal adalah Laparoscopic Sleeve Gastrectomy (LSG) lantaran prosedurnya nan minim invasif dan masa pemulihan nan relatif singkat.

Berikut adalah kriteria pasien nan disarankan untuk menjalani prosedur ini:

  • Individu dengan Indeks Massa Tubuh (BMI) di atas 35.
  • Individu dengan BMI di atas 30 nan disertai penyakit penyerta berisiko tinggi.

Tantangan Edukasi dan Pembiayaan

Meski WHO telah menetapkan obesitas sebagai penyakit sejak 2013, dr. Errawan mengakui adanya tantangan besar dalam aspek pembiayaan. Hingga saat ini, bedah bariatrik belum banyak ditanggung oleh asuransi maupun BPJS Kesehatan lantaran tetap sering disalahpahami sebagai prosedur kosmetik.

Senada dengan perihal tersebut, CEO RS Premier Bintaro, dr. Relia Sari, MARS, menekankan pentingnya edukasi dini. Menurutnya, banyak pasien baru mencari support medis ketika komplikasi sudah parah.

“Kami berkomitmen menghadirkan jasa komprehensif melalui pendekatan multidisiplin nan melibatkan master ahli dan mahir gizi. Penanganan sejak awal sangat membantu meningkatkan angan hidup pasien,” pungkas Relia. (Z-1)

Keberhasilan bedah bariatrik sangat berjuntai pada komitmen pasien untuk menjalankan style hidup sehat pasca-operasi, termasuk pola makan nan terjaga, olahraga rutin, dan kontrol kesehatan berkala.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia