Mengapa Saya Berhenti Mengejar Semua Teknologi Saat Kuliah Sistem Informasi

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Ilustrasi kerja di kantor. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Selama menjalani beberapa semester pertama di bidang Sistem Informasi, saya mulai menyadari bahwa belajar semua teknologi sekaligus bukanlah langkah terbaik untuk berkembang.

Saya Pernah Berpikir Harus Menguasai Semua Hal

Saat pertama kali masuk bidang Sistem Informasi, saya merasa bahwa menjadi mahasiswa IT berfaedah kudu menguasai semua teknologi. Setiap kali membuka media sosial, saya memandang mahasiswa lain nan mempelajari beragam bahasa pemrograman, framework, hingga tools terbaru. Rasanya selalu ada perihal baru nan kudu dikejar.

Perlahan, saya mulai merasa tertinggal.

Saat itu saya betul-betul percaya bahwa jika tidak mengikuti semuanya, saya bakal tertinggal.

Namun, setelah menjalani beberapa semester perkuliahan, saya mulai menyadari bahwa langkah berpikir tersebut justru membikin proses belajar terasa lebih melelahkan daripada menyenangkan. Saya tetap berada dalam proses belajar dan tentu tetap banyak perihal nan belum saya kuasai. Meski begitu, pengalaman selama kuliah sejauh ini memberikan satu pelajaran nan cukup berharga.

Ternyata, berkembang bukan berfaedah mempelajari semuanya sekaligus.

Terlalu Banyak Pilihan Justru Membuat Kehilangan Fokus

Semakin banyak teknologi nan mau saya pelajari, semakin susah saya menentukan prioritas. Hari ini belajar satu bahasa pemrograman, besok beranjak ke framework lain, lampau mencoba mengikuti tren teknologi berikutnya.

Akhirnya saya menyadari bahwa saya memang belajar banyak hal, tetapi belum betul-betul memahami salah satunya secara mendalam.

Baru ketika mulai konsentrasi pada satu bagian dalam satu waktu, proses belajar terasa lebih jelas. Saya bisa memahami konsepnya, menyelesaikan proyek sederhana, lampau melanjutkan ke tantangan berikutnya tanpa merasa terburu-buru.

Setiap Mahasiswa Memiliki Tujuan nan Berbeda

Selama kuliah, saya juga mulai memahami bahwa setiap mahasiswa Sistem Informasi mempunyai jalur nan berbeda.

Ada nan mau menjadi software developer, ada nan tertarik pada info analytics, ada nan menikmati bumi UI/UX, dan ada pula nan mau berkarier di bagian business analysis alias project management.

Karena itu, tidak semua orang kudu mempelajari perihal nan sama dalam waktu nan sama.

Menurut saya, mempunyai konsentrasi bukan berfaedah membatasi diri. Justru konsentrasi membantu kita membangun fondasi nan kuat sebelum mempelajari hal-hal lain di kemudian hari.

Media Sosial Membuat Kita Mudah Membandingkan Diri

Saya juga menyadari bahwa rasa tertinggal sering kali bukan berasal dari keahlian kita sendiri, melainkan dari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.

Di media sosial, kita lebih sering memandang hasil akhirnya: sertifikat, proyek nan selesai, alias pencapaian nan membanggakan. nan jarang terlihat adalah proses panjang, kesalahan, dan waktu nan mereka habiskan untuk sampai di titik tersebut.

Sejak mulai konsentrasi pada perkembangan diri sendiri, saya merasa proses belajar menjadi lebih tenang. Saya tidak lagi merasa kudu mengikuti semua tren hanya lantaran orang lain sedang melakukannya.

Pelajaran nan Saya Dapatkan Sejauh Ini

Saya tetap seorang mahasiswa nan sedang belajar. Perjalanan saya tetap panjang dan tetap banyak perihal nan mau saya pelajari.

Namun, jika ada satu pelajaran nan paling berkesan selama beberapa semester terakhir, itu adalah bahwa belajar tidak selalu tentang seberapa banyak teknologi nan sukses kita kuasai.

Belajar juga tentang memahami dasar-dasarnya, menyelesaikan satu demi satu tantangan, dan memberi diri sendiri waktu untuk berkembang.

Saya percaya, langkah mini nan dilakukan secara konsisten bakal membawa hasil nan lebih baik dibanding mencoba mengejar semuanya sekaligus.

Penutup

Masuk ke bidang Sistem Informasi membikin saya menyadari bahwa bumi teknologi bakal terus berkembang. Selalu ada bahasa pemrograman baru, framework baru, maupun tren baru nan bermunculan. Jika terus berupaya mengejar semuanya, mungkin kita tidak bakal pernah merasa betul-betul cukup.

Karena itu, saya memilih untuk mengubah langkah belajar saya. Bukan dengan mempelajari semua perihal sekaligus, melainkan membangun pemahaman nan kuat, menyelesaikan satu tantangan pada satu waktu, dan menikmati setiap prosesnya.

Mungkin beberapa tahun lagi pandangan saya bakal berubah seiring bertambahnya pengalaman.

Namun, untuk saat ini, inilah pelajaran nan paling berbobot bagi saya: berkembang bukan tentang menjadi nan paling sigap alias menguasai semuanya, melainkan tentang terus melangkah dengan arah nan jelas dan tetap menikmati proses belajar.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan