
Mengapa Rambu Lalu Lintas Berwarna Merah, Kuning, Hijau? Ini Alasannya (Ilustrasi/Dok Freepik)
JAKARTA - Mengapa rambu lampau lintas berwarna merah, kuning, hijau? Bagi para pengguna jalan, ketiga warna ini sudah menjadi pemandangan sehari-hari di setiap persimpangan.
Saat lampu merah menyala, kendaraan berhenti. Ketika kuning muncul, pengendara bersiap memperlambat laju, dan begitu hijau menyala, perjalanan kembali dilanjutkan.
Namun, kenapa ketiga warna itu nan dipilih untuk mengatur arus lampau lintas? Simak penjelasannya sebagai berikut.
1. Sejarah Rambu Lalu Lintas
Dilansir dari Washington State Magazine, Senin (28/9/2026), rambu lampau lintas rupanya sudah ada apalagi sebelum mobil memadati jalanan. Pada 1868, lampu berkekuatan gas pertama dipasang di dekat Gedung Parlemen, London, untuk mengatur kereta kuda. Perangkat usulan dari insinyur kereta api JP Knight ini tetap dioperasikan secara langsung oleh seorang polisi.
Sayangnya, lampu berkekuatan gas nan digunakan tersebut sempat membahayakan keselamatan dari seorang polisi nan merupakan operator rambu lampau lintas tersebut lantaran lampu itu kerap kali meledak.
Memasuki tahun 1914, lampu listrik mulai dipasang di Cleveland, Ohio. Pada 1917, Salt Lake City memakai sistem lampu nan saling terhubung di enam persimpangan. Wujud lampu lampau lintas nan dikenal sekarang baru muncul pada 1920. Saat itu, polisi Detroit berjulukan William Potts menciptakan lampu tiga warna untuk empat arah. Ia menambahkan warna kuning sebagai tanda bahwa lampu bakal segera berganti.
Sejak itu, lampu lampau lintas terus berkembang, mulai dari lampu nan merespons klakson hingga tombol penyeberangan bagi pejalan kaki pada akhir 1920-an.
2. Merah
Menurut laman milik Reader’s Digest, warna merah merupakan bahasa universal nan menandakan sebuah bahaya. Secara psikologi, warna tersebut membikin otak seolah mengerti bahwa ada sesuatu nan perlu diwaspadai. Sejumlah penelitian apalagi menyebut warna merah dapat membikin jantung berdebar lebih sigap dan tubuh menjadi lebih siaga. Tidak heran jika warna ini dipilih sebagai sinyal agar pengendara menghentikan laju kendaraannya.
Ada sisi lain nan tidak kalah krusial dalam pemilihan warna merah pada rambu lampau lintas. Di antara semua warna sinar nan dapat dilihat oleh mata, sinar merah mempunyai panjang gelombang nan paling besar. Artinya, sinar berwarna merah dapat terlihat dari jarak jauh dan tidak mudah buyar di udara, sehingga warna tersebut tetap bakal terlihat meski dari kejauhan.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·