
Mengapa pembalap MotoGP kudu miring saat belok? (Foto: Facebook/MotoGP)
MENGAPA pembalap MotoGP kudu miring saat belok? Pertanyaan tersebut pasti hinggap di akal pencinta balap saat menyaksikan tindakan Marc Marquez dan kolega.
Pemandangan pembalap nan memiringkan tubuh hingga nyaris menyentuh aspal di tikungan tentu terlihat menegangkan sekaligus memukau. Muncul pertanyaan, gimana motor dan pembalap tetap seimbang dalam posisi semiring itu?
1. Bukan Sekadar Gaya alias Aksi Dramatis
Start balapan MotoGP San Marino 2026 (Foto Facebook/MotoGP)
Gerakan tersebut rupanya bukan sekadar style alias tindakan dramatis. Melainkan, manuver tersebut bagian krusial dari teknik berkendara nan mempengaruhi kecepatan sekaligus keselamatan di lintasan.
Di setiap tikungan sirkuit MotoGP, terjadi hubungan antara gravitasi, style sentrifugal, dan traksi ban. Saat motor melaju kencang lampau berbelok, style sentrifugal condong mendorong motor keluar dari lintasan.
Untuk mengimbanginya, pembalap memiringkan tubuh sehingga pusat gravitasi bergeser ke arah dalam tikungan dan gaya-gaya tersebut berada dalam keseimbangan. Dengan langkah ini, motor dapat berbelok sigap tanpa tergelincir, apalagi pada kecepatan lebih dari 150 km/jam di tikungan tajam.
Prinsip dasarnya cukup sederhana, makin kencang motor melaju, semakin besar pula style nan mendorongnya keluar dari lintasan. Untuk mengimbanginya, motor perlu dimiringkan sehingga vektor style gravitasi dan style sentrifugal saling menyeimbangkan.
Karena itu, pada kecepatan tinggi, perspektif kemiringan motor bisa mencapai 60 derajat alias lebih dari posisi tegak. Sebaliknya, pada kecepatan rendah, pembalap tidak perlu memiringkan motor terlalu ekstrem lantaran style sentrifugal nan bekerja lebih kecil. Pada intinya, semua ini bermaksud menjaga keseimbangan antara kecepatan, style gesek, dan arah belokan.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·