Mengapa Melahirkan Harus Terlentang? Ini Fakta Sejarahnya!

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ilustrasi melahirkan. Foto: DC Studio/Shutterstock

Pernah bertanya-tanya kenapa banyak ibu melahirkan dengan posisi terlentang di tempat tidur? Padahal, secara alami tubuh perempuan justru lebih “siap” melahirkan dalam posisi tegak.

Dikutip dari BBC International, selama ribuan tahun, wanita di beragam bagian bumi melahirkan dengan posisi seperti jongkok, berlutut, alias separuh duduk. Posisi ini bukan tanpa alasan, gravitasi membantu bayi turun melalui jalan lahir, sekaligus memberi ruang lebih lebar pada panggul.

Menariknya, posisi jongkok apalagi bisa memperlebar diameter panggul hingga sekitar 2,5 cm, sehingga proses persalinan berpotensi menjadi lebih lancar.

Dari Tradisi ke Praktik Modern

Lalu, kenapa sekarang posisi terlentang justru lebih umum?

Menurut sejumlah ahli, praktik ini tergolong “relatif baru” dalam sejarah persalinan, mulai berkembang sekitar 300–400 tahun terakhir. Salah satu tokoh nan sering dikaitkan dengan perubahan ini adalah master asal Prancis, François Mauriceau.

Ia menyarankan posisi berebahan lantaran dianggap lebih praktis, terutama bagi tenaga medis. Seiring waktu, praktik ini semakin umum digunakan di rumah sakit modern, hingga akhirnya dianggap sebagai standar.

Namun, pendekatan ini juga mengubah langkah pandang terhadap persalinan. Dari proses alami, persalinan menjadi lebih ter-medikalisasi, dengan ibu dalam posisi pasif di atas tempat tidur.

Tapi, Apa Kata Sains?

Ilustrasi suami mendampingi istri melahirkan. Foto: Shutterstock

Seiring berkembangnya penelitian, posisi melahirkan kembali jadi perhatian. Sejumlah studi menunjukkan bahwa posisi tegak, seperti berdiri, duduk, alias jongkok—dapat memberi beberapa manfaat, seperti:

  • Membantu kontraksi lebih efektif

  • Mengurangi lama persalinan

  • Menurunkan kemungkinan intervensi seperti operasi caesar alias perangkat bantu persalinan

  • Mengurangi kebutuhan obat pereda nyeri

Selain itu, posisi tegak juga membantu aliran darah dan oksigen ke janin tetap optimal, lantaran tidak ada tekanan pada pembuluh darah besar di tubuh ibu.

Namun, krusial diingat, setiap posisi tetap punya pertimbangan masing-masing, terutama pada kondisi medis tertentu.

Peran Lingkungan saat Momen Persalinan

Menariknya, pilihan posisi melahirkan juga dipengaruhi oleh tempat persalinan. Dalam penelitian, ibu nan melahirkan di birth center—dengan akomodasi seperti bola lahir alias bangku persalinan—lebih banyak menggunakan posisi tegak dibandingkan ibu nan melahirkan di ruang bersalin rumah sakit nan hanya menyediakan tempat tidur.

Artinya, lingkungan dan akomodasi ikut menentukan gimana ibu bisa bergerak dan memilih posisi nan nyaman.

Saat ini, semakin banyak pendekatan persalinan nan mendorong ibu untuk lebih aktif bergerak dan memilih posisi nan dirasa paling nyaman.

Beberapa pedoman internasional apalagi menyarankan agar ibu tidak kudu melahirkan dalam posisi terlentang, terutama jika tidak ada indikasi medis.

Pada akhirnya, setiap persalinan itu unik. nan terpenting, Anda mendapatkan info nan cukup dan merasa nyaman dengan pilihan nan diambil, baik itu posisi terlentang, duduk, jongkok, alias lainnya. Karena saat ibu merasa nyaman dan didukung, proses melahirkan pun bisa melangkah lebih optimal, Moms.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan