Mengapa Ada Orang yang Tidur dengan Mata Terbuka? Ini Penjelasannya

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Mengapa Ada Orang nan Tidur dengan Mata Terbuka? Ini Penjelasannya

Tidur mata terbuka. (Foto: Freepik)

PERNAH terbangun dengan mata terasa kering, perih, alias seperti ada pasir nan mengganjal? Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda seseorang tidur dengan mata terbuka.

Dalam bumi medis, tidur dengan mata terbuka disebut nocturnal lagophthalmos. Kondisi ini terjadi ketika seseorang tidak dapat menutup kelopak mata sepenuhnya saat tidur.

 dok Magnific/diana.grytsku)

Sekilas mungkin terdengar seperti kebiasaan nan tidak berbahaya. Namun, jika terjadi dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat membikin permukaan mata kekurangan pelumas alami dan meningkatkan akibat gangguan pada mata.

1. Gejala Tidur dengan Mata Terbuka

Dilansir dari Health Line, kelopak mata berfaedah melindungi permukaan mata dan membantu mempertahankan lapisan air mata. Saat tidur, mata nan tertutup membantu menjaga permukaan mata tetap lembap.

Jika kelopak mata tidak menutup sempurna, permukaan mata dapat menjadi kering dan mengalami iritasi. Beberapa indikasi nan mungkin muncul antara lain mata merah, pandangan kabur, mata terasa terbakar alias perih, iritasi dan rasa gatal, mata terasa seperti berpasir alias tergesek, hingga sensitif terhadap cahaya.

Selain itu, mata nan tidak tertutup sepenuhnya saat tidur juga bisa membikin seseorang merasa ada sesuatu nan mengganjal di mata. Dampak terakhir adalah kualitas tidur terganggu.

Seseorang terkadang tidak menyadari dirinya tidur dengan mata terbuka. Kondisi ini justru dapat diketahui setelah orang lain memberitahukannya alias ketika muncul keluhan pada mata setelah bangun tidur.

2. Apa Penyebab Tidur dengan Mata Terbuka?

Nocturnal lagophthalmos umumnya berangkaian dengan gangguan pada saraf alias otot wajah nan berkedudukan dalam menutup kelopak mata. Beberapa kondisi nan dapat menjadi penyebab alias faktor.

Salah satunya bell's palsy alias kelumpuhan saraf wajah. Kemudian, penyebab lainnya adalah cedera alias trauma pada wajah dan kepala, stroke, tumor alias operasi di sekitar saraf wajah, penyakit neuromuscular, kondisi autoimun tertentu, jangkitan tertentu, kerusakan alias jaringan parut pada kelopak mata akibat cedera alias luka bakar, mata menonjol akibat penyakit mata mengenai Graves, dan operasi pada kelopak mata.

Pada sebagian orang, penyebabnya tidak dapat diketahui secara jelas. Kondisi ini juga dapat terjadi dalam keluarga.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑