Opini
, Jurnalis-Rabu, 07 Oktober 2026 |19:15 WIB

Latief Siregar berbareng istri menikmati lanskap alam Seven Sisters Cliff, lokasi wisata ikonik di Pantai East Sussex, Inggris. (Foto: Latief Siregar).
Oleh: Latief Siregar (Traveler)
“Lihat pantai di Inggris? Ngapain?
Itu nan terlintas ketika Susilo dan Rani, kawan nan rumahnya kami inapi di London, membujuk ke Seven Sisters, Oktober ini. Pantai itu dua jam perjalanan di luar pusat kota.
Saya agak malas. Bukan apa-apa. Sebagai orang Indonesia, pantai bukan sesuatu nan membikin saya kudu terbang jauh-jauh ke Inggris. Negeri kita punya ribuan pulau dan garis pantai nan panjang. Pantai bagus ada di mana-mana.
“Lihat dulu fotonya,” kata Ilo, begitu kami biasa memanggil Susilo, nan sudah 26 tahun tinggal di London itu membujuk.
Rani lampau menunjukkan sebuah buku, The Road to Little Dribbling, karya penulis perjalanan Bill Bryson. Sampulnya menampilkan tebing putih menjulang di atas laut, dengan padang rumput hijau dan rumah-rumah di kejauhan.
Saya mulai goyah.
Membayangkan melangkah di udara dingin dengan laut terbentang di depan mata rupanya cukup untuk membikin saya berubah pikiran. Kapan lagi ke pantai tanpa bikin berkeringat.
Kami berangkat. Kawasan ini bisa ditempuh menggunakan bus dan kereta api. Dari terminal bus Victoria Station naik bus antarkota ke Brighton. Kemudian dilanjut dengan bus lokal ke Chyngton Lane. Sedangkan kereta bisa dari Stasiun London Victoria turun di Seaford. Lalu lanjut dengan bus lokal ke Chyngton Lane.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·