Menurut Brian, pengetahuan pengetahuan dan teknologi nan terus berkembang juga menghasilkan industri-industri baru. Hal ini kudu mendapatkan perhatian lebih dari perguruan tinggi.
Ia melanjutkan, industri-industri baru seperti kepintaran buatan (AI) juga kudu menjadi referensi bagi perguruan tinggi. Tujuannya, agar program studi nan ditawarkan menjadi semakin relevan.
"Sehingga, (perkembangan) industri maupun perkembangan teknologi itu kemudian menjadi referensi bagi setiap program studi nan ada di Indonesia, untuk melakukan terus-menerus perbaikan. Ini nan disebut sebagai continuous improvement," kata Mendiktisaintek.
Ia mengungkapkan di negara maju, pembaruan pengetahuan seperti ini menjadi perihal nan lumrah untuk dilakukan setiap empat, apalagi dua tahun sekali.
"Misalnya ada AI, gimana nih AI ini? Ada IoT kemudian ke depan ada kuantum komputasi. Kita kudu ubah dong agar kelak lulusannya ketika lulus, dia bekerja, sesuai dengan perkembangan teknologi nan empat tahun lagi dipakai. Alih-alih kita menutup, kita justru mengembangkan," tutur Brian Yuliarto.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·