Mendikdasmen Sebut 23% Alokasi Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk Sekolah Swasta

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Mendikdasmen Sebut 23% Alokasi Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk Sekolah Swasta Ilustrasi(Dok Istimewa)

MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa dalam penyelenggaraan program revitalisasi satuan pendidikan di tahun ini, sekolah swasta mendapatkan perhatian besar.

 “Tahun ini 23% alokasi revitalisasi untuk sekolah swasta. Ini komitmen nan bakal terus kami bangun bersama,” ungkapnya dalam Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (28/5).

Lebih lanjut, menurutnya sekolah swasta merupakan mitra strategis pemerintah dan sudah menjadi sebuah tanggungjawab bagi pemerintah untuk ikut memberikan support pada sekolah swasta. 

“Ini bukan basa basi. Karena jika kita memandang secara realistis, kita bantu sekolah swasta itu mungkin hanya gedungnya saja, tanahnya mereka menyediakan sendiri. Kita mungkin hanya membangun beberapa kelas, sisanya mereka penuhi sendiri. Semua nan belajar adalah anak-anak Indonesia nan kudu kita didik berbareng sehingga menjadi anak nan hebat, generasi emas 2045,” kata Abdul Mu’ti. 

Keberpihakan terhadap sekolah swasta juga diwujudkan dalam penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan juga izin lewat Kementerian Dalam Negeri. 

“SPMB ketika di sekolah negeri sudah penuh, mereka tidak boleh melampaui ketentuan dalam standar. Kalau melampaui itu mereka tidak bakal masuk Dapodik dan bakal kami minta masuk sekolah swasta. Kita juga mempunyai Peraturan Dalam Negeri 3/2023 di mana pemerintah wilayah dapat mengalokasikan biaya untuk sekolah swasta. Artinya semua kudu hidup dan jadi ekosistem nan kudu kita bangun bersama-sama. Karena kita adalah penyelenggara negara dan kudu mengurusi semuanya, negeri dan swasta. Inilah komitmen kami dan ini petunjuk UU nan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. 

Abdul Mu’ti juga menjelaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan juga saat ini lebih fleksibel, tidak hanya dapat digunakan untuk membikin gedung sekolah, tapi juga beragam perihal nan berangkaian dengan kebutuhan ekosistem sekolah. 

“Tahun ini revitalisasi juga bukan hanya untuk membangun gedung, tapi bisa untuk pagar, tempat ibadah nan menyatu dengan satuan pendidikan, penataan lingkungan termasuk sumur alias sumber air jika diperlukan, bisa juga untuk rumah pembimbing untuk sekolah nan secara geografis susah dijangkau, kita sediakan rumah pembimbing agar tidak perlu pulang pergi lantaran bisa tinggal di situ,” tegas Abdul Mu’ti. 

Di tempat nan sama, Bupati Manokwari, Hermus Indou, meyakini kehadiran Mendikdasmen sebagai pelaku pendidikan nan mengerti dan tahu persis persoalan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. 

“Sehingga program revitalisasi satuan pendidikan adalah program nan bermutu, relevan, dan berfaedah untuk menjawab kebutuhan pembangunan di seluruh Indonesia, termasuk Kabupaten Manokwari. Kami berkeyakinan Bapak Menteri ini adalah hamba Allah utusan Tuhan nan diutus untuk memandang secara langsung, merasakan, dan mendengarkan apa nan menjadi aspirasi, kebutuhan, dan persoalan dari penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah di tanah Papua,” ujar Hermus. 

“Banyak perihal di wilayah nan tidak bisa kami tangani, termasuk penyelenggaraan pendidikan. Jujur ketika kami berada dalam kebijakan efisiensi hari ini, kami di Kabupaten Manokwari mendapatkan pemangkasan anggaran sebesar Rp200 miliar lebih dan ini membikin daya shopping kami untuk pelayanan kepada masyarakat termasuk pelayanan pendidikan sangat minimal. Tetapi program revitalisasi satuan pendidikan ini sangat membantu dan mengisi kekurangan kami. Mudah-mudahan program ini terus melangkah ke depan,” pungkasnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia