Mendagri Ingatkan Kepala Daerah di Jawa-Bali Jaga Stabilitas Politik

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Mendagri Ingatkan Kepala Daerah di Jawa-Bali Jaga Stabilitas Politik Mendagri Tito Karnavian (Kanan) usai menghadiri aktivitas Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali nan berjalan di Hotel Marriott, Sleman, DIY, Kamis (4/6) malam.(MI/Ardi)

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan peringatan keras kepada seluruh kepala wilayah bahwa stabilitas politik dan keamanan merupakan syarat absolut agar program pembangunan serta upaya pengentasan kemiskinan dapat melangkah efektif.

Hal tersebut ditegaskan Tito usai menghadiri aktivitas Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali nan berjalan di Hotel Marriott, Sleman, DIY, Kamis (4/6) malam. Menurutnya, tanpa situasi politik nan kondusif, beragam program ekonomi maupun pembangunan bentuk bakal susah mencapai hasil optimal.

“Tanpa adanya situasi politik nan kondusif, program pembangunan bentuk maupun ekonomi tidak bakal melangkah dengan maksimal,” ujar Tito di hadapan para kepala daerah.

Mendagri menjelaskan bahwa stabilitas politik adalah fondasi utama. Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemimpin wilayah nan bisa menjaga tata kelola pemerintahan dengan baik di tengah tantangan zaman.

“Terlepas dari adanya beberapa wilayah nan mungkin sedang menghadapi masalah hukum, faktanya cukup banyak kepala wilayah nan peduli, berprestasi, dan bisa menangani kemiskinan serta pengangguran dengan baik,” tambahnya.

Penilaian Ketat 6.000 Daerah

Pemerintah mengumumkan rencana penyelenggaraan gelombang penilaian berikutnya untuk sekitar 6.000 wilayah dengan kategori berbeda. Proses ini bakal dimonitor secara ketat hingga akhir November mendatang untuk memastikan objektivitas dan menjaga marwah pemerintah daerah.

Penilaian Kuantitatif dan Terbuka

Tito menegaskan bahwa dirinya mengawasi langsung proses penilaian dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa hasil nan keluar betul-betul merepresentasikan keahlian terbaik di lapangan.

“Saya awasi, dan saya menyatakan bahwa ini rakyat kemen jantung. Kalau tidak, bakal kehilangan muruah,” tegas Mendagri. Ia menjamin penilaian tersebut dapat dipertanggungjawabkan lantaran menggunakan parameter kuantitatif nan terbuka bagi publik.

Selain masalah kemiskinan dan stunting, konsentrasi pengawasan pemerintah wilayah juga tertuju pada pengendalian inflasi. Tito mengungkapkan bahwa saat ini kondisi inflasi nasional berada dalam kategori aman.

“Inflasi tiap minggu kita pantau secara nasional, alhamdulillah berada di nomor 3,0%, di bawah sasaran maksimal 3,5%. Ini sasaran nan bagus. Artinya ada kenaikan ekonomi namun inflasi tetap terjaga dengan baik,” pungkasnya.

Melalui sistem penilaian nan kompetitif ini, Kemendagri berambisi wilayah nan telah berprestasi dapat mempertahankan kinerjanya, sementara wilayah nan tetap di bawah sasaran terpacu untuk melakukan perbaikan demi kesejahteraan rakyat di wilayah masing-masing. (AT/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑