Mendagri mengungkapkan, pemerintah menargetkan sebanyak 400 ribu rumah dapat dibedah melalui program serupa pada tahun ini. Ia menambahkan, pihaknya juga telah memandang langsung sejumlah rumah dengan kondisi nan lebih memprihatinkan di beragam daerah, termasuk di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.
Karena itu, Mendagri berbareng Menteri PKP bakal terus berkeliling ke beragam provinsi nan belum dikunjungi untuk memastikan program tersebut melangkah optimal, termasuk di NTT, Maluku, Maluku Utara, dan wilayah lain nan perlu mendapatkan atensi.
"Bersyukur kepada Tuhan nan Maha Kuasa, lantaran ini tempat ditemukan oleh timnya Pak Menteri, Pak Ara Sirait, sehingga menjadi salah satu sasaran untuk dibenahi, dan ada bonusnya lagi biasanya nan datang hanya Menteri Perumahan dan saya. Kali ini ada tiga gubernur, ditambah Gubernur NTB ada Pak Lalu Iqbal juga, [jadi] empat gubernur," ungkapnya.
Mendagri berharap, program nan dikoordinasikan Kementerian PKP tersebut dapat melangkah tepat waktu dan memberikan faedah nyata bagi masyarakat nan memerlukan kediaman layak. Kolaborasi pemerintah pusat dan wilayah dalam program tersebut terus diperkuat agar percepatan penanganan rumah tidak layak huni dapat melangkah maksimal.
"Semoga Tuhan nan Maha Kuasa memberikan barokah, berkat, kepada Bapak Presiden, dan juga kepada Pak Ara Sirait, Pak Gubernur, Pak Gubernur NTT, NTB, Maluku, dan juga Ibu Gubernur [Maluku Utara], Ibu Bupati, juga-juga personil DPR [Kabupaten/Kota] kita nan bergabung," pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, serta jejeran Forkopimda Provinsi NTB.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·