Mendag: MinyaKita Tak Lagi untuk Bantuan Pangan, Semua Didistribusikan ke Pasar

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Stok MinyaKita di wilayah Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (20/4). Foto: Ave Airiza/kumparan

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan MinyaKita tidak lagi menjadi bagian dari program support pangan pemerintah. Ia menegaskan seluruh pasokan minyak goreng tersebut bakal difokuskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pengedaran di pasar rakyat.

"Sekarang tidak ada lagi MinyaKita untuk support pangan. Semua bakal didistribusikan ke pasar rakyat sehingga masyarakat mudah untuk mendapatkan Minyakita," ujar Budi saat konvensi pers di instansi Kementerian Perdagangan, Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (8/6).

Budi mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal terus berkoordinasi dengan produsen, Perum Bulog, dan ID FOOD untuk memastikan pengedaran MinyaKita melangkah lancar dan mudah diakses.

Budi menekankan jika MinyaKita bukan minyak goreng bersubsidi, tetapi produk nan berasal dari skema Domestic Market Obligation (DMO), ialah tanggungjawab pelaku upaya menyediakan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Selain itu, Budi menyebut support pangan pemerintah ke depan dapat lebih elastis dengan menyesuaikan kondisi pasar dan kebutuhan penyerapan komoditas.

Apabila terjadi kelebihan pasokan nan menyebabkan nilai suatu komoditas turun, pemerintah dapat mempertimbangkan komoditas tersebut sebagai support pangan.

Budi mencontohkan, telur dapat digunakan sebagai support pangan ketika nilai di tingkat peternak mengalami penurunan. Skema serupa juga dapat diterapkan pada komoditas lain, seperti daging ayam.

Lebih lanjut, Budi menuturkan sinergi antara program support pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka kesempatan penyerapan beragam komoditas pangan nan mengalami tekanan nilai di tingkat produsen.

"Kemudian juga nan kerja sama dengan MBG ya tidak hanya telur, kebutuhan pokok nan kelak turun, misalnya ayam. Ayam jika nilai turun juga bisa diserap MBG. Jadi sekarang ekosistemnya sudah melangkah dengan baik," tutur Budi.

video story embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan