Mencari Pelaku Klitih yang Diduga Tewaskan Pemuda di Yogya

Sedang Trending 48 menit yang lalu
Ilustrasi pemalak motor. Foto: Sukh Simran Singh Gandam/EyeEm/Getty Images

Seorang pemuda berinisial AA (18 tahun) tewas setelah diduga jadi korban klitih alias kejahatan jalanan di sekitar Stadion Kridosono, Kota Yogyakarta, Minggu (17/5) awal hari.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, mengatakan korban langsung dilarikan ke RS Panti Rapih Yogyakarta sesaat setelah kejadian. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Kini, jasad pemuda itu sudah dibawa ke RS Bhayangkara Yogyakarta untuk diautopsi.

"Tadi untuk korban sudah dilarikan ke Panti Rapih. Karena dinyatakan meninggal dunia, ini lagi kita geser ke Bhayangkara untuk dilakukan autopsi," kata Adrian saat dihubungi.

Adrian mengatakan, penasihat norma korban saat ini juga tengah membikin laporan resmi ke kepolisian.

Meski begitu, Adrian juga tetap belum bisa menyimpulkan kasus kematian korban. Saat ini polisi tengah menelusuri kronologi kejadian.

"Saya belum bisa nyimpulkan. (Kemungkinan) street crime lah," ujar Adrian.

Menurut Adrian, saat kejadian, korban tak sendiri. Dia sedang berboncengan dengan seorang temannya, nan bertindak sebagai pengemudi motor.

"Kronologis kejadian kita belum bisa pastikan bagaimana. Korban itu berdua sama kawannya, nan yang sebagai joki (menyetir motor). Nah, ini lagi kita ajak muter untuk cek TKP dan tetap ada perubahan, artinya keterangan si saksi ini belum konsisten. Makanya kita belum berani mengungkapkan kronologisnya," ucap Adrian.

Dari info nan beredar, korban mengalami luka tusuk. Soal ini, Adrian tetap menunggu keterangan dari hasil pemeriksaan medis.

"Nunggu medis ya, nan berkompeten menjelaskan," pungkasnya.

Polisi Sisir CCTV

Ilustrasi CCTV. Foto: Victor Prilepa/Shutterstock

Polisi tetap mengusut kasus tewasnya seorang pemuda berinisial AA (18 tahun) nan diduga menjadi korban klitih alias kejahatan jalanan di Kota Yogyakarta. CCTV di sekitar letak kejadian sekarang tengah disisir polisi.

"Lagi kita sisir CCTV, itu kejadian dari Jalan Magelang," kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian melalui sambungan telepon, Minggu (17/5).

Dari keterangan nan didapat polisi, korban saat itu tengah melaju dari Jalan Magelang ke jalan sekitar Borobudur Plaza lampau menuju ke wilayah Pingit. Kemudian, mereka bergerak menuju Jalan Margo Utomo dan ke arah Kridosono. Keterangan ini, menurut Adrian, tetap perlu didalami.

"Makanya ini kan tetap kita sinkronkan keterangan saksi dan CCTV, lantaran mungkin kan mereka si ini nih (saksi) kan mungkin kelelahan, alias kecapekan, alias ketakutan kan untuk memberi keterangan," jelas dia.

Korban Dikejar Pelaku

Ilustrasi Begal dan Rampok Foto: Muhammad Faisal Nu'man

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, mengatakan korban dan temannya sempat dikejar oleh pelaku nan juga berboncengan menggunakan sepeda motor dari Jalan Magelang.

"Saat sampai di depan pintu selatan SMAN 3 Yogyakarta korban turun dari sepeda motor kemudian langsung dianiaya oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam," kata Dani.

Polisi belum merinci jenis senjata tajam nan digunakan pelaku. Teman korban kemudian berupaya membawa korban ke rumah sakit.

"Pada saat saksi dan korban sampai di Jalan I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru, Yogyakarta, korban terjatuh. Kemudian korban ditolong oleh penduduk dan diantar ke rumah sakit menggunakan ambulans milik gereja," tuturnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan